INILAH.COM, Jakarta – Audit BPK menemukan banyak kejanggalan di tubuh BP Migas. Terutama pada masalah anggaran. Namun, tembok di Ruangan Ex BP Migas ternyata belang-belang.
“Saya kira, tidak ada soal renovasi ruangan sampai berbiaya besar. Coba kalau Anda lihat, ada temboknya yang berwarna putih, coklat. Belang-belang. Memang ada yang baru seperti ruangan rapat di lantai 28,’’ ujar Mantan Deputi Pengendalian Operasional BP Migas, Gede Pradyana kepada INILAH.COM, Rabu (28/11/2012) kemarin.
Gedung BP Migas yang terletak di Wisma Mulia, menurut Gede, sebenarnya jauh dari kesan mewah. Gedung tersebut merupakan warisan dari salah satu kontraktor K3S, PT Kangean Energi Lestari.
Demikian pula soal proyek telepon internet (IP Telephony), yang ongkosnya melebihi anggaran yang disetujui kementerian keuangan, dinilai Gede tidak mungkin terjadi. ‘’Nggak mungkinlah BP Migas nombok. Saya kira, kritik-ktirik dari kalangan LSM membuat kami semua lebih mawas diri,’’ katanya.
Ia pun menegaskan, keuangan BP Migas sangatlah transparan dan profesional. “’Keuangan BP Migas diaudit BPK. Hasilnya bisa WTP sejak 2009 sampai 2011. Kalau memang ada yang aneh-aneh, nggak mungkin bisa WTP kan,’’ ujarnya.
Pernyataan ini muncul, karena berdasarkan audit BPK, ditemukan banyak ‘ruang gelap’ di proyek-proyek internal BP Migas. Hal inilah yang menyebabkan BPK mengganjar BP Migas status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tiga kali berturut-turut sejak 2009. [ast]


