TEMPO.CO, New York - Lembaga rating Fitch dan Standard & Poor’s menurunkan penilaiannya terhadap bank terbesar, JPMorgan Chase & Co, Jumat, 11 Mei 2012. Langkah kedua lembaga pemeringkat tersebut keluar setelah JPMorgan mengungkapkan kerugian yang mengejutkan sebesar US$ 2 miliar dalam perdagangan derivatif yang dalam portofolio untuk lindung nilai terhadap risiko perusahaan.
Fitch mengatakan besarnya kerugian masih dapat dikelola, tetapi risiko tidak. Besarnya kerugian yang dialami JPMorgan dari posisi lindung nilai mengisyaratkan bahwa perusahaan mengalami kesulitan likuiditas. Dan kerugian ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang praktek kelalaian dan isu penting lainnya, menurut lembaga pemeringkat tersebut.
Fitch juga mengatakan risiko JPMorgan untuk reputasi dan pengelolaan tidak lagi pantas berada di level AA- sehingga menurunkannya satu notch menjadi A+ dan tetap berada di level layak investasi.
Fitch mengatakan bahwa perusahaan merupakan bank terbesar di Amerika dengan skala bisnis internasional yang terus berkembang. JPMorgan juga memiliki kemampuan untuk menyerap kemungkinan kerugian yang dialami. Adanya kasus ini membuat operasional perusahaan dalam transaksi risiko akan mengalami hambatan dan implikasi untuk reputasi akan sangat berdampak ke depan.
Fitch juga mengingatkan bahwa peringkat JPMorgan masih berpotensi untuk dipangkas sampai praktek tata kelola mengambil risiko, pengawasan, serta dampak reputasi sepenuhnya selesai dikaji.
Lembaga pemeringkat lainnya, Standard & Poor’s, juga menurunkan prospek JPMorgan menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Pandangan negatif menyiratkan kemungkinan adanya penurunan peringkat pada masa mendatang. Prospek negatif ini mencerminkan adanya kekhawatiran akibat salah perhitungan yang mengakibatkan kerugian dalam transaksi lindung nilai.
Kami percaya, kemungkinan ada masalah yang sangat mendasar terhadap strategi lindung nilai yang dijalankan tidak konsisten sesuai manajemen risiko perusahaan,” kata Stuart Plesser, analis dari S&P.
Namun pihaknya melihat bahwa JPMorgan memiliki diversifikasi usaha berdasarkan geografis yang masih bisa menjadi faktor positif perusahaan dan kerugian yang dialami pada transaksi lindung nilai ini tidak akan menyurutkan pelanggan ataupun bisnis intinya di perbankan.
S&P menegaskan bahwa peringkat JPMorgan masih berada di level A/A-1, dan A+/A-1 untuk anak perusahaannya. Saham JPMorgan dalam perdagangan semalam turun 9 persen (US$ 3,8 menjadi US$ 36,96). Kerugian yang cukup mengejutkan ini membuat banyak saham perbankan turun di perdagangan akhir pekan ini. Bahkan saham JPMorgan kembali turun 22 sen setelah pasar tutup.
AP | VIVA B. KUSNANDAR


