Kabut Asap

Rupert Murdoch Kecam Scientology

Los Angeles (AFP/ANTARA) – Jutawan media, Rupert Murdoch menanggapi kabar tentang perceraian Tom Cruise dan Katie Holmes pada Minggu, dengan mengatakan bahwa ia merasa penganut Scientology adalah orang yang “menyeramkan” dan bahkan mungkin jahat.


Pimpinan News Corporation itu mendesak para follower miliknya di Twitter untuk terus mengikuti perkembangan kisah tersebut, yang tersebar pada Jumat ketika Holmes mengumumkan dia mengajukan perceraian dari Cruise, yang juga merupakan seorang anggota terkemuka dari Gereja Scientology.


“Saksikan perkembangan berita Katie Holmes dan Scientology. Ada sesuatu yang menyeramkan, bahkan mungkin jahat, tentang orang-orang ini,” kata Murdoch di akun Twitternya, @rupertmurdoch.


Cerita tentang perpisahan pasangan Hollywood tersebut mencuat ketika juru bicara Holmes mengumumkan bahwa aktris itu telah mengajukan gugatan cerai setelah lima tahun pernikahan.


Seorang juru bicara Cruise mengatakan bahwa bintang “Mission Impossible” itu sangat sedih dengan berita tersebut, memicu spekulasi bahwa pengumuman dari istrinya itu telah mengejutkannya.


Beredar spekulasi tentang mengapa Holmes ingin bercerai, termasuk dugaan bahwa ia khawatir Cruise memaksa putri mereka yang baru berusia enam tahun, Suri, untuk masuk dalam Gereja Scientology.


Situs berita selebriti TMZ melaporkan bahwa Holmes sedang berusaha memperjuangkan hak asuh tunggal atas Suri. Mengutip beberapa sumber anonim, TMZ mengatakan bahwa Holmes takut “Tom akan menyeret Suri ke dalam gereja tersebut.”


“Kami mendapatkan informasi bahwa pasangan itu berdebat tentang Suri, kalau dia sekarang berada di usia di mana Scientology menjadi bagian penting dalam hidupnya,” katanya.


Komentar Murdoch tentang Scientology mendapatkan banyak tanggapan di Twitter, yang memicu tweet lainnya, “Sejak tweet tentang Scientology mendapat ratusan serangan. Menduga hal itu akan bertambah dan menjadi semakin buruk dan mungkin juga mengancam.”


“Tetap bertahan dengan cerita saya,” tambahnya. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.