Rupiah Akhir Pekan Tertekan Tembus Level Rp9.200

  • Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Tempo
    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebut masalah pembajakan karya musik di Indonesia telah begitu memprihatinkan. Dari total pengeluaran masyarakat untuk musik, hanya 10 persen yang tercatat dan lebih sedikit lagi yang sampai ke kantong para musikus.

  • Indonesia Siap Ambil Alih Teknologi-Manajemen Inalum

    Antara

    Kuala Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia siap mengambil alih teknologi dan manajemen semua kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari Jepang yang selama 30 tahun sebagai pemegang saham terbesar dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada 30 Oktober 2013. "Kita tidak bergantung dengan Jepang dan siap melanjutkan pembangunan PT Inalum melalui Badan Usaha Milik Negara mulai 1 Nopember 2013," tegas Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. Nasril Kamaruddin, MBA di

  • Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Tempo
    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengaku telah menjalin kesepakatan kontrak eksplorasi gas di Blok East Natuna bersama PTT Exploration and Production. Kesepakatan tersebut terutama mengenai alokasi pembagian produksi gas.

Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS di akhir pekan tertekan menembus level Rp9.200 seiring masih kuatnya sentimen negatif di eksternal maupun domestik pada akhir pekan.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat melemah 35 poin menjadi Rp9.232 dibanding posisi sebelumnya di posisi Rp9.197 per dolar AS.

"Eksternal masih minim sentimen positif terkait data di Eropa seiring dengan obligasi Spanyol yang `yield`-nya terus mengalami peningkatan. Sentimen negatifnya cukup kuat," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta.

Ia menambahkan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) juga mengalami perlambatan. Kondisi itu menambah sentimen negatif di pasar keuangan global.

"Minimnya sentimen positif membuat pelaku pasar memegang dolar AS karena dianggap bisa menjaga nilai asetnya," ujar dia.

Dari dalam negeri, lanjut Rully, investor uang mengambil posisi "wait and see" terkait kebijakan yang akan diambil oleh Bank Indonesia dalam rapat Dewan Gubernur pada pekan depan.

Selain itu, ia menambahkan, inflasi April sebesar 0,21 persen dinilai tinggi oleh pelaku pasar, dan belum adanya kepastian kebijakan bahan bakar minyak (BBM) menambah investor enggan masuk ke pasar uang domestik.

"Sentimen positif eksternal dan domestik minim, kondisi itu membuat BI tidak terlalu mengintervensi di pasar uang," ucap dia.

Analis pasar uang Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan, ketidakpastian kebijakan terkait BBM dan pengenaan bea keluar untuk komoditas mineral dalam beberapa hari ini memicu pelemahan rupiah.

"Dari sisi eksternal penguatan dolar AS akibat pelemahan euro membuat tekanan tambahan terhadap nilai tukar domestik," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Jumat (4/5) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.216 dibanding posisi sebelumnya Rp9.196 per dolar AS. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat