Perang Lawan Geng Motor

Rupiah Awal Pekan Sore Melemah 34 Poin

  • Emas Jatuh karena Pernyataan Bernanke Bervariasi

    Antara

    Chicago (ANATARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke membuat pernyataan bervariasi di hadapan Kongres. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 10,2 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi menetap di 1.367,4 dolar AS per ounce. Ketua Fed Bernanke dalam kesaksiannya kepada Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada Rabu mengatakan bahwa "kebijakan pengetatan moneter prematur

  • Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Tempo
    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia tersebut menduduki peringkat ke-55. Peringkat pertama ditempati kanselir Jerman, Angela Merkel. Tahun ini, Merkel menjadi wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes untuk kedelapan kalinya.

  • Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Tempo
    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan holding. Ia mengakui pembentukan holding perusahaan BUMN tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama."Lima holding saja sudah Alhamdulilah, sekarang kita baru punya holding Pupuk dan Semen," katanya di depan mahasiswa Universitas Indonesia, ketika memberikan kuliah umum Kamis 23 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan sore melemah 34 poin dipicu pelaku pasar yang khawatir terhadap hasil lelang obligasi Prancis dan Spanyol.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin sore bergerak melemah 34 poin menjadi Rp9.437 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.403 per dolar AS.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta, Senin, mengatakan, Eropa akan mengeluarkan hasil lelang obligasi yang diterbitkan Perancis dan Spanyol.

Namun, lanjut dia, pasar mengkhawatirkan yield obligasi Spanyol akan meningkat kembali ke level tujuh persen, kondisi itu mendorong nilai tukar tunggal Eropa yakni Euro tertekan terhadap dolar AS.

"Kondisi di Eropa membuat permintaan dolar AS meningkat sehingga menguatkan mata uang AS, hal itu membuat imbas kurang baik bagi mata uang rupiah," ujar dia.

Meski demikian, dikatakan dia, Bank Indonesia masih mengintervensi rupiah di pasar sehingga tekanan terhadap nilai tukar domestik tidak terlalu dalam.

Analis Monex Investindo Futures, Johanes Ginting menambahkan, yield obligasi Spanyol dan Italia merangkak naik seiring kecemasan investor terhadap hasil rapat menteri keuangan Eropa yang tidak sesuai ekspektasi sehingga memangkas minat terhadap obligasi yang berisiko.

"Perkembangan yield obligasi yang naik itu akan memberikan tekanan terhadap pasar mata uang berisiko akibat optimisme KTT Eropa hanya bertahan dalam waktu singkat," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Senin (9/7) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.438 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.403 per dolar AS. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat