Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah pada Jumat pagi bergerak menguat 10 poin terhadap dolar AS seiring dengan penjagaan Bank Indonesia (BI).
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta bergerak menguat menjadi Rp9.540 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.550 per dolar AS.
"Rupiah bergerak menguat didorong oleh penjagaan BI di pasar mata uang menjelang pertemuan the Fed yang diekspektasikan memberikan kebijakan stimulus," kata pengamat pasar mata uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta.
Namun, ia menambahkan, pergerakan rupiah berada dalam kisaran yang sempit dipicu aksi "wait and see" investor terhadap pengumuman kebijakan the Fed.
Ia mengatakan, posisi tunggu investor itu didorong dari ekspektasi The Federal Reserve yang akan melakukan pelonggaran kuantitatif (QE) tahap tiga pada September mendatang.
Analis pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, saat ini berada pada level psikologis yang perlu dijaga agar tidak menembus Rp9.600 per dolar AS.
Dari Jerman, kata dia, tingkat pengangguran meningkat dalam lima bulan terakhir, diikuti dengan penundaan rencana Spanyol meminta dana talangan. Spanyol berharap ECB dapat membantu mengurangi biaya peminjaman atas obligasi Spanyol yang masih mengalami tekanan naik.
Sementara itu dari Asia, kata dia, penjualan ritel di Jepang turun dibawah ekspektasi dan manufaktur confidence turun mendekati level terendahnya sejak 2009.(rr)


