Rupiah Jumat Pagi Stagnan di Rp9.701

  • Selingkuh, Begini Fathanah Minta Maaf  

    Selingkuh, Begini Fathanah Minta Maaf  

    Tempo
    Selingkuh, Begini Fathanah Minta Maaf  

    TEMPO.CO, Depok - Keterlibatan Ahmad Fathanah, tersangka kasus suap impor daging sapi dan pencucian uang, dengan banyak wanita membuat Sefti Sanustika, sang istri, kecewa. Sefti nyaris meninggalkan Fathanah karena perselingkuhannya. Toh, Sefti memilih memaafkan dan bertahan. (Baca: Dengar Pengakuan Maharani, Perasaan Sefti Hancur)

  • Harga BBM Naik, BBG Diharapkan Jadi Alternatif  

    Harga BBM Naik, BBG Diharapkan Jadi Alternatif  

    Tempo
    Harga BBM Naik, BBG Diharapkan Jadi Alternatif  

    TEMPO.CO, Jakarta - Bahan bakar gas yang diperkenalkan sejak 25 tahun silam menjadi tidak populer lantaran pemberian subsidi pada bahan bakar minyak (BBM). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Edy Hermantoro, memperkirakan dari 35,5 juta standar kaki kubik (million standard cubic feet per day/mmscfd) atau 1.150 liter setara premium gas yang disediakan per hari, tak semuanya diserap.

  • Pengamat: Kementerian Pertanian Harus Limpahkan Riph FTZ

    Antara

    Batam (ANTARA) - Kementerian Pertanian harus melimpahkan kewenangan perizinan rekomendasi impor produk hortikultura untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun ke Dewan FTZ, kata seorang pengamat. "FTZ tidak terkena kuota nasional. Menteri Pertanian tidak berhak mengatur daerah non-pabean," kata pengamat kawasan perdagangan bebas Harry Azhar Azis di Batam, Minggu. Dewan FTZ bersama Badan Pengusahaan Batam berupaya meminta pengalihan kewenangan penerbitan RIPH

Jakarta (ANTARA) - Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Jumat pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.701 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah sempat mengalami `rebound` tipis setelah pelaku pasar merespons kenaikan survey bisnis Prancis dan `price producer index` Jerman," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.

Ia mengutarakan bahwa data penurunan klaim pengangguran Inggris juga sempat memberikan sentimen positif.

"Akan tetapi, laju apresiasi rupiah mulai tertahan dengan sentimen negatif dari The Fed yang menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak negatif dari tingginya stimulus moneter AS. Kondisi itu membuat minim fluktuasi," katanya.

Selain itu, dia melanjutkan, "Federal Open Market Committee" (FOMC) juga menunjukkan adanya keinginan dari beberapa petinggi The Fed untuk menghentikan program pembelian obligasi sebelum kondisi tenaga kerja AS mengalami perbaikan yang signifikan.

"Kondidi itu membuat pasar semakin khawatir akan potensi pengetatan moneter dari The Fed. Belum lagi dari penurunan data-data indeks manufaktur di sejumlah wilayah Eropa sehingga makin menekan mata uang euro hingga akhir sesi," kata dia.

Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengemukakan bahwa data AS masih "mixed" tetapi menuju perbaikan. Naiknya penjualan rumah, diikuti dengan menurunnya stock (inventori) rumah yang dijual membuat kenaikan signifikan di sektor properti AS sejak 2005.

"Indeks Dow Jones melemah kemarin masih mengkawatirkan, kemungkinan The Fed mengurangi pembelian aset," kata dia.(rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat