Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Kamis sore bergerak menguat tipis sebanyak tiga poin seiring munculnya sentimen positif sebagian pelaku pasar uang terhadap pertemuan pemimpin Uni Eropa.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis sore bergerak menguat tiga poin menjadi Rp9.467 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.470 per dolar AS.
"Jelang konferensi tingkat tinggi negara-negara Eropa untuk membahas krisis utang dipandang positif sebagian pelaku dan memberi sentimen bagi nilai tukar," kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin di Jakarta, Kamis.
Di sisi lain, lanjut dia, BI juga masih mengintervensi mata uang dalam negeri terhadap dolar AS dikarenakan masih minimnya sentimen.
Meski demikian, menurut dia, kondisi global yang cenderung terus berada dalam perlambatan masih membuat pelaku pasar uang menempatkan dananya dalam bentuk dolar AS karena dianggap dapat menjaga nilai aset.
"Sulit bagi mata uang beresiko seperti rupiah kembali pada tren positif sebelum ada kabar yang benar-benar positif," katanya.
Ia mengatakan, pasar mengharapkan pada pertemuan tingkat tinggi pemimpin UE yang akan dilangsungkan pada 28-29 Juni pekan ini memberikan hasil positif.
Jika tidak segera ditangani, kata dia, krisis utang UE yang berkepanjangan dikhawatirkan menyeret ekonomi Asia yang justru menjadi penopang ekonomi dunia.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (28/6) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah nilainya menjadi Rp9.480 dibanding posisi sebelumnya Rp9.475 per dolar AS. (tp)


