Jakarta (ANTARA) - Kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali bergerak menguat sebesar 40 poin pada Kamis sore masih dipicu dari lelang surat utang negara (SUN) yang dinilai terserap.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Kamis sore bergerak menguat sebesar 40 poin menjadi Rp9.650 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.690 per dolar AS.
Analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Kamis, mengatakan terserapnya lelang surat utang negara pada Selasa (15/1) lalu masih menjadi sentimen positif nilai tukar rupiah sehingga menguat terhadap dolar AS.
"SUN yang terserap pada hari lalu, masih menjadi sentimen positif bagi nilai tukar domestik. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga masih menjaga fluktuasi nilai tukar domestik," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, menguatnya mata uang yen terhadap dolar AS juga menjadi salah satu pendorong nilai tukar rupiah bergerak menguat.
Ia mengatakan, menguatnya nilai tukar yen itu dipicu dari data "machinery orders" Jepang di bulan November yang tumbuh 3,9 persen dibanding bulan sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi.
Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan, pelaku pasar asing juga tengah melakukan ekspansi portofolio di pasar keuangan negara-negara berkembang (emerging market).
"Sentimen eksternal terkait dengan `Januari effect`, biasanya dalam kondisi itu `fund manager` merestrukturisasi aset di awal tahun untuk penempatan portofolionya," kata dia.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (17/1) tercatat mata uang rupiah tidak bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.690 per dolar AS.(tp)


