TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah (IDR) pekan ini diperkirakan akan cenderung melemah. Kepala Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran antara Rp 9.550 sampai dengan Rp 9.620 per dolar Amerika Serikat.
Dia menambahkan, rupiah berpotensi melemah dengan kurs NDF (non-deliverable forward) masih bertengger di level Rp 9.638 per dolar AS dalam seminggu terakhir.
»Ini mengindikasikan potensi pelemahan rupiah,” kata Lana dalam analisis mingguannya, Rabu, 5 September 2012.
Lana memperkirakan, rupiah bisa menembus Rp 9.600 per dolar AS jika tidak dijaga ketat oleh BI. Selain itu, suku bunga operasi moneter Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 9 bulan dan Fasilitas Bank Indonesia (FasBI) kemungkinan akan naik untuk mengurangi tekanan pelemahan rupiah dan menarik kembali likuiditas rupiah pasca Lebaran.
Nilai tukar rupiah pada transaksi Selasa, 4 September 2012 kembali ditutup melemah 53 poin (0,56 persen) ke level 9.588 per dolar AS. Terdepresiainya sebagian mata uang Asia, terkena dampak dari melemahnya tren dolar Australia, mengganjal apresiasi rupiah.
»Tapi sebenarnya pelemahan IDR ini sedikit membantu menghambat impor,” ujar dia.
GRACE S. GANDHI
Pertamax Naik, Warga Kembali Beli Premium
Ekonomi Syariah Indonesia Dinilai Terbaik di Dunia
Asumsi Meleset, Kuota BBM Jebol
5 Tahun Lagi, Jakarta Punya MRT
''Kemiskinan Adalah Masalah Klasik Negara''
Hortikultura Indonesia Masih Didominasi Produk Cina
Volume Ekpor Mineral Tinggal 1,7 Juta Ton
Penguatan Euro Kini Giliran Bebani Rupiah
Pemilik Sertifikat Legalitas Kayu Minta Insentif
Yogyakarta Masih Butuh 100 Ribu Pengusaha Lagi


