Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali melemah meski masih dalam kisaran sempit pada Rabu sore sebesar 10 poin seiring kuatnya permintaan dolar AS sebagai penjaga nilai aset.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu sore bergerak melemah 10 poin menjadi Rp9.450 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.440 per dolar AS.
"Hasil pertemuan menteri keuangan negara kawasan Euro (ECOFIN) gagal meredakan kecemasan terhadap memburuknya krisis di kawasan itu, kondisi itu mendorong permintaan dolar AS terus meningkat," ujar pengamat pasar Monex Investindo Futures Johanes Ginting, Rabu.
Ia mengatakan, pertemuan ECOFIN tidak menghasilkan kemajuan apapun terkait wacana pengaktifan fasilitas "bailout" untuk menenangkan gejolak di pasar obligasi.
Bahkan, dikatakan dia, Jerman memutuskan untuk menunda dana bantuan Uni Eropa yang dikenal dengan "European Stability Mechanism" (ESM) karena situasi pasar masih belum kondusif.
Selain itu, lanjut dia, menteri keuangan kawasan Euro juga sepakat memberikan waktu ekstra hingga 2014, untuk pencapaian target pemangkasan defisit Spanyol.
"Imbasnya, nilai tukar berisiko termasuk rupiah terkena dampak negatif dari Eropa," kata dia.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Rabu (11/7) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.460 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.443 per dolar AS. (ar)


