Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi menguat tujuh poin meski masih dalam kisaran terbatas seiring minimnya sentimen positif.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa pagi bergerak menguat tujuh poin menjadi Rp9.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.437 per dolar AS, kata pengamat pasar uang Monex Investindo Futures Johanes Ginting di Jakarta.
"Rupiah menguat dalam kisaran terbatas terhadap dolar AS dikarenakan sentimennya masih minim," katanya.
Ia menambahkan, dari Eropa pemulihan euro juga masih rapuh akibat kekhawatiran pertemuan menteri keuangan Eropa hanya akan menyoroti keterbatasan kebijakan Eropa untuk akhiri krisis utang.
"Ada risiko kekecewaan dari pertemuan Menteri Keuangan Eropa, kondisi itu dapat membuat nilai tukar berisiko kembali tertekan," kata dia.
Meski demikian, lanjut dia, setelah rupiah sempat tertekan pada hari sebelumnya diperkirakan nilai tukar domestik mempunyai kesempatan untuk "rebound".
Sementara, Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menambahkan, nilai tukar rupiah diperkirakan mengalami konsolidasi, namun tren pergerakkannya masih "bearish".
Ia mengatakan, pasar mengkhawatirkan yield obligasi Spanyol yang meningkat ke level tujuh persen, kondisi itu mendorong nilai tukar tunggal Eropa yakni Euro tertekan terhadap dolar AS.
"Kondisi di Eropa membuat permintaan dolar AS meningkat sehingga menguatkan mata uang AS, hal itu memberi imbas kurang baik bagi mata uang rupiah," ujar dia.
Namun, menurut dia, Bank Indonesia masih mengintervensi rupiah di pasar sehingga pergerakan nilai tukar dalam negeri terhadap dolar AS masih dalam kisaran stabil.(rr)


