Rupiah Selasa Sore Menguat 10 Poin

  • Pengguna Internet Ilegal, Ratusan Miliar Hilang

    Pengguna Internet Ilegal, Ratusan Miliar Hilang

    Tempo
    Pengguna Internet Ilegal, Ratusan Miliar Hilang

    TEMPO.CO, Surabaya-Kepala Direktorat Jenderal Penyelanggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Syukri Batubara mengungkapkan negara dan operator penyelenggara telekomunikasi rugi ratusan miliar akibat ulah pengguna internet ilegal.

  • Emas Naik karena Aksi "Short Covering"

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Senin (Selasa pagi WIB) karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual), menghentikan penurunan tujuh sesi berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 19,4 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.384,1 dolar AS per ounce. Penurunan di pasar saham AS dan dolar yang bergerak melemah berkontribusi pada kenaikan emas pada Senin, kata para

  • Hari Ini, BI Putuskan Akuisisi Danamon Oleh DBS

    Hari Ini, BI Putuskan Akuisisi Danamon Oleh DBS

    Tempo
    Hari Ini, BI Putuskan Akuisisi Danamon Oleh DBS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, menyatakan akan mengumumkan keputusan akuisisi PT Bank Danamon oleh Development Bank of Singapore (DBS) Ltd pada hari ini, Selasa 21 Mei 2013. Pengumuman izin akuisisi perbankan dengan nilai transaksi terbesar di Indonesia itu bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Darmin sebagai bos bank sentral. "Kita sedang menyusun laporannya, besok (hari ini) sore kami umumkan," kata dia di kantornya, Senin 20 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Selasa sore menguat sebesar 10 poin didorong dari intervensi Bank Indonesia (BI).

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa sore bergerak menguat 10 poin menjadi Rp9.430,00 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.440,00 per dolar AS.

Pengamat pasar Milenium Danatama Sekuritas Abidin di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif global yang masih cukup kuat.

"Rupiah mendapatkan tenaga dari intervensi yang dilakukan BI. Kabar IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global sempat memberi tekanan pada rupiah," kata dia.

Revisi pertumbuhan ekonomi global itu seiring dengan krisis yang masih terjadi di Uni Eropa (UE), dikhawatirkan berdampak ke Asia.

Ia mengatakan bahwa penjualan ritel AS yang mengalami penurunan juga memicu dolar AS mengalami tekanan terhadap mata uang dunia termasuk rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, penjualan ritel AS Juni tercatat turun 0,5 persen (month on month/mom), melanjutkan penurunan 0,2 persen "mom" pada bulan Mei lalu tahun ini.

"Turunnya penjualan ritel itu mengonfirmasi ekonomi AS yang melemah di triwulan ke-2 sehingga berdampak pada melambatnya serapan pasar tenaga kerja AS pada triwulan tersebut," kata dia.

Ia mengatakan bahwa IMF meresivi turun prakiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2013 dari 4,1 persen pada proyeksi April lalu menjadi 3,9 persen pada proyeksi Juni 2012.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Selasa (17/7) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.474,00 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.478,00 per dolar AS. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat