Perang Lawan Geng Motor

Rupiah Senin Sore Menguat Lima Poin

  • Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    Tempo
    Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Wanita yang kini menjabat sebagai Direktur Pengelola Bank Dunia tersebut menduduki peringkat ke-55. Peringkat pertama ditempati kanselir Jerman, Angela Merkel. Tahun ini, Merkel menjadi wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes untuk kedelapan kalinya.

  • Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    Tempo
    Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan holding. Ia mengakui pembentukan holding perusahaan BUMN tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama."Lima holding saja sudah Alhamdulilah, sekarang kita baru punya holding Pupuk dan Semen," katanya di depan mahasiswa Universitas Indonesia, ketika memberikan kuliah umum Kamis 23 Mei 2013.

  • 5 Kesalahan Para Wirausahawan

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Ini suara yang disampaikan oleh para wirausahawan yang berani mengambil risiko, menapaki jalan berliku, kemudian berhasil. Tapi mereka juga melakukan kesalahan.Kepada CNBC, sebagian dari mereka berbagi pengalaman buruk tersebut. Apa saja?1. Hati-hati, besar terlalu cepatTerkadang terlalu cepat juga tidak baik, karena bisa menjerumuskan. Pengalaman Terence Swee, pendiri perusahaan piranti lunak untuk mengedit video, Movee.com pada 2001, punya kisah. Kalau waktu bisa berulang,

Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS menguat lima poin pada Senin sore dipicu dari ekspektasi melambatnya perekonomian Amerika Serikat.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin sore beregark menguat lima poin menjadi Rp9.180 dibanding sebelumnya di posisiRp9.185 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Senin mengatakan, masih melambatnya ekonomi AS mendorong investor uang masuk ke aset berisiko termasuk mata uang rupiah.

"Saat ini selera untuk aset berisiko cukup besar dibanding aset-aset yang masuk kategori `safe haven`, kondisi itu mendorong mata uang doestik kembali menguat," ucap dia.

Ia mengatakan, melambatya ekonomi AS itu terlihat dari rencana Pemerintah AS yang akan melkukan "quantitative easing" ke tiga untuk memacu pertumbuhannya.

Ia menambahkan, bank sentral Eropa yang saat ini dinilai lebih siap menangani krisis keuangan seperti di Spanyol dibanding Yunani pada sebelumnya memberi ketenangan pelaku pasar keuangan global.

"Penanganan krisis di Eropa saat ini dinilai positif pelaku keuangan, sehingga ke depannya keuangan global dapat kembali pulih," kata dia.

Namun, lanjut dia, penguatan rupiah terhadap dolar AS tertahan oleh sentimen dalam negeri. Investor di dalam negeri saat ini tengah mengambil posisi "wait and see" terhadap hasil inflasi April yang akan diumumkan besok (1/5).

Selain itu, kata Rully, belum adanya kejelasan terhadap kebijakan bahan bakar minyak (BBM) membuat pelaku pasar uang menurunkan tingkat transaksinya.

"Inflasi April saat ini menjadi fokus pelaku pasar dan kebijakan BBM yang belum diputuskan Pemerintah membuat investor uang menahan transaksinya lebih agresif sehingga penguatan mata uang domestik cenderung terbatas," ujar dia.

Ia memprediksi, rupiah pada besok, (Selasa, 1/5) diperkirakan kembali mengalami penguatan di kisaran Rp9.160 hingga Rp9.180 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Senin (30/4) tercatat mata uang rupiah tidak bergerak nilianya atau tetap di posisi Rp9.190 per dolar AS. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat