Jakarta (ANTARA) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS menguat lima poin pada Senin sore dipicu dari ekspektasi melambatnya perekonomian Amerika Serikat.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin sore beregark menguat lima poin menjadi Rp9.180 dibanding sebelumnya di posisiRp9.185 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Senin mengatakan, masih melambatnya ekonomi AS mendorong investor uang masuk ke aset berisiko termasuk mata uang rupiah.
"Saat ini selera untuk aset berisiko cukup besar dibanding aset-aset yang masuk kategori `safe haven`, kondisi itu mendorong mata uang doestik kembali menguat," ucap dia.
Ia mengatakan, melambatya ekonomi AS itu terlihat dari rencana Pemerintah AS yang akan melkukan "quantitative easing" ke tiga untuk memacu pertumbuhannya.
Ia menambahkan, bank sentral Eropa yang saat ini dinilai lebih siap menangani krisis keuangan seperti di Spanyol dibanding Yunani pada sebelumnya memberi ketenangan pelaku pasar keuangan global.
"Penanganan krisis di Eropa saat ini dinilai positif pelaku keuangan, sehingga ke depannya keuangan global dapat kembali pulih," kata dia.
Namun, lanjut dia, penguatan rupiah terhadap dolar AS tertahan oleh sentimen dalam negeri. Investor di dalam negeri saat ini tengah mengambil posisi "wait and see" terhadap hasil inflasi April yang akan diumumkan besok (1/5).
Selain itu, kata Rully, belum adanya kejelasan terhadap kebijakan bahan bakar minyak (BBM) membuat pelaku pasar uang menurunkan tingkat transaksinya.
"Inflasi April saat ini menjadi fokus pelaku pasar dan kebijakan BBM yang belum diputuskan Pemerintah membuat investor uang menahan transaksinya lebih agresif sehingga penguatan mata uang domestik cenderung terbatas," ujar dia.
Ia memprediksi, rupiah pada besok, (Selasa, 1/5) diperkirakan kembali mengalami penguatan di kisaran Rp9.160 hingga Rp9.180 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Senin (30/4) tercatat mata uang rupiah tidak bergerak nilianya atau tetap di posisi Rp9.190 per dolar AS. (tp)


