Rupiah Stagnan di Posisi Rp9.910 pada Rabu

  • Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    Tempo
    Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura mendesak pemerintah Indonesia untuk mengungkapkan identitas perusahaan yang dituding melakukan pembakaran hutan. Menteri Luar Negeri dan Hukum Singapura, K. Shanmugam, mengatakan hal ini penting dalam upaya penegakan hukum, terutama karena tindakan mereka merugikan banyak pihak. "Mereka telah jelas-jelas melanggar hukum yang masuk dalam yurisdiksi Indonesia," kata dia seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 20 Juni 2013. …

  • Beli ANTV, MNC Belanja Rp 4,9 Triliun

    Plasadana

    PLASADANA.COM - MNC Group menunjukkan ambisinya untuk menguasai bisnis media, terutama televisi, di Indonesia. Setelah menguasai tiga stasiun televisi terestrial dan jaringan televisi kabel Indovision, perusahaan milik Harry Tanoesoedibjo itu kini menguasai ANTV yang dimiliki grup Bakrie.Reuters mengabarkan, MNC mengeluarkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun untuk membeli saham PT Cakrawala Andalas Televisi yang mengelola ANTV. Namun belum diketahui proporsi saham yang diambil alih …

  • Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap

    Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap

    Tempo
    Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap

    TEMPO.CO, Jakarta-- Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) menyebut ada tiga bandara yang berpotensi terkena dampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera. "Bandara di Pekanbaru, Batam dan Jambi," kata Direktur Keselamatan dan Standar LPPNPI, Wisnu Darjono, saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Juni 2013. …

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu sore tidak bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.610 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah pada sore ini tidak bergerak nilainya setelah sempat melemah. Merebaknya optimisme pasar menyusul data produk domestik bruto (GDP) Spanyol tidak seburuk ekspektasi menahan pelemahan rupiah," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, kondisi itu juga memicu beberapa pembelian spekulatif sejumlah aset beresiko termasuk pada rupiah.

Ia mengatakan, Yunani yang hampir mencapai kesepakatan terhadap pengurangan program penghematan (austerity cut) untuk jangka dua tahun mendatang guna mendorong nilai tukar valuta diharapkan dapat menjadi sentimen bagi pasar berisiko.

Selain itu, lanjut dia, suksesnya Italia dalam melelang obligasi bertenor lima dan 10 tahun juga turut menjadi sentimen positif untuk mendongkrak mata uang berisiko.

"Meski demikian, secara teknikal pergerakan rupiah masih dalam kisaran yang sempit," kata dia.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah dipicu kecemasan pelaku pasar terhadap seberapa lama badai Sandy akan mengganggu aktivitas sektor keuangan dan aktivitas pemerintahan AS, kondisi itu membuat beberapa pelaku pasar tetap memegang dolar AS.

"Pasar juga khawatir badai tersebut akan berubah menjadi badai Katrina seperti yang terjadi pada 2005," kata dia.

Meski demikian, dikatakan dia, sentimen negatif tersebut juga dibayangi kabar positif dari Bank Sentral Jepang (BoJ) yang kembali memberikan stimulus moneter.

"BoJ kembali mengucurkan tambahan stimulus berupa pembelian aset obligasi senilai 11 triliun yen. Padahal, BoJ sebelumnya hanya diprediksi menambah stimulus senilai 10 triliun yen," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Rabu (31/10) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah nilainya menjadi Rp9.615 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.605 per dolar AS. (tp)





PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat