Liputan6.com, Jenewa: Rusia, Cina, dan Kuba secara terang-terangan menentang lembaga PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHRC) atas sanksinya terhadap Suriah. Lembaga dunia itu secara sepihak mengecam pemerintah Suriah. Resolusi itu diajukan oleh AS yang mengatakan sangat mengutuk pelanggaran luas dan sistematis hak asasi manusia di Suria. Tindakan kekerasan, kekejaman, dan tanpa pandang bulu yang sedang berlangsung menargetkan warga sipil oleh pihak berwenang Suriah [baca: Dunia Sepakat Turunkan Presiden Suriah].
Media ZeeNews mewartakan, Sabtu (7/7), Rusia mengusulkan untuk menyertakan kalimat sangat mengutuk semua tindakan teroris di Suriah dalam teks. Namun, pernyataan Rusia itu ditolak oleh Dewan Hak Asasi Manusia. Selain itu, Cina juga mengatakan resolusi itu tidak seimbang dan tidak obyektif. Hal ini justru akan membuat proses politik di Suriah lebih rumit.
Sementara itu, setidaknya 41 negara memberikan suara dalam mendukung resolusi PBB untuk Suriah, Namun, India, Filipina dan Uganda abstain dari pemungutan suara.
PBB akan mengadakan pertemuan selanjutnya untuk membahas Suriah yang akan diselenggarakan 10 hingga 28 September mendatang. Utusan PBB, Komisi Internasional Penyelidikan Independen, di Suriah akan memberikan laporan akhir tentang kondisi langsung di negara yang tengah terlibat konflik tersebut.(ADO)

