Moskow (AFP/ANTARA) - Rusia Kamis menuduh Washington "mengkoordinasikan" pengiriman senjata kepada pemberontak Suriah, kendatipun departemen luar negeri AS menjamin bahwa AS tidak memberikan bantuan senjata.
"Washington mengetahui pengriman berbagai senjata ke kelompok-kelompok bersenjata ilegal yang aktif di Suriah. Selain itu diperkuat dengan pernyataan-pernyataan para pejabat AS yang disiarkan media AS, AS menggkoordinasikan dan memberikan bantuan logistik dalam pengiriman-pengiriman itu," kata kemeterian luar negeri dalam satu pernyataan.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoia Nuland membantah tuduhan itu.
"Kami telah dengan sangat jelas mengatakan kami tidak memberikan bantuan senjata," kata Nuland kepada wartawan di Washington.
"Kami juga telah menjelaskan kami kami melakukan koordinasi dan berbicara dengan negara-negara di seluruh dunia bahwa kami mendukung oposisi, termasuk mereka membuat pilihan-pilihan lain dari apa yang telah kami perbuat, dan sesuatu sangat jelas yang sedang kami lakukan. Kita semua sedang berusaha untuk meyakinkan bahwa setiap bantuan yang kami berikan kepada oposisi tidak akan jatuh ketangan kelompok garis keras."
"Implikasi bahwa kami mengkoordinasikan pengiriman senjata rakyat lainnya adalah menggelikan," katanya.
Jenderal penting Rusia Nikolai Makarov Rabu mengatakan pemberontak yang memerangi tentara Bashar di Suriah menggunakan rudal-rudal Stinger buatan AS, satu tipe sistem rudal yang dapat diluncurkan dari bahu juga dikenal sebagai MANPAD.
Nuland sebelumnya mengatakan salah satu MANPAD yang ada di Suriah adalah "model Sovyet".
Dalam pernyataannya, kementerian luar negeri Rusia mengakui bahwa "AS tidak mengirim MANPAD kepada pemberontak" scara langsung, dan tidak tahu secara pasti bagaimana bantuan logistik itu diangkut.
Makarov mengatakan Rusia belum tahu siapa yang membawa Stinger ke Suriah, dan menambahkan kemungkinan senjata-senjata ini dan senjata lainnya telah dikirim dari luar negeri melalui berbagai cara termasuk dengan mwnggunakan pesawat-pesawat penumpang.
"Untuk ini, segala jenis angkutan dapat dipakai termasuk penerbangan sipil. Ini adalah satu hal yang serius," katanya.
Rusia berada dalam tekanan yang terus menerus dari Barat, Turki dan musuh-musuh Bashar di dunia Arab untuk menghentikan kerja sama militernya dengan pemerintah Suriah.
Presiden Vladimir Putin pekan lalu membela hak-hak Rusia untuk melakukan perdagangan senjata dengan siapapun yang menginginkannya selama penjualan itu tidak melanggar sanksi-sanksi dari Dewan Keamanan PBB di mana Moskow adalah anggota tetap Dewan Keamaan yang memiliki hak veto.
"Dalam semua kasus lain,tidak seorangpun dapat mendekte Rusia atau negara-negara lain dengan siapa dan bagaimana mereka melakukan perdagangan itu." kasta Putin.
Moskow menolak menentang Bashar, mengecam Barat dan Turki karena menyatakan dukungan mereka kepada pemberontak yang memerangi pemerintahnya. (tp)


