Perang Lawan Geng Motor

Rusia-AS Masih Berbeda Pandangan Soal Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Barack Obama, Kamis (19/7) mengakui perbedaan mereka tentang Suriah. Meski demikian, keduanya sepakat untuk melanjutkan pembahasan solusi untuk mencari pemecahan krisis.

"Selama percakapan telepon yang diprakarsai oleh pihak AS, Rabu, kedua presiden juga mencapai pemahaman bersama yang lebih baik," kata seorang pejabat Kremlin kepada wartawan di Moskow, seperti dilansir Xinhua dan dipantau Antara, Jumat (20/7).

"Posisi utama kami telah kami sajikan. Kami tidak membujuk (Obama), tetapi pemahaman umum dicapai bahwa situasi di Suriah telah sulit dan harus didorong menuju penyelesaian yang konstruktif," kata ajudan Putin, Yuri Ushakov.

Dia mengakui Moskow dan Washington tetap berbeda atas pendekatan untuk mencapai kesepakatan penyelesaiannya. Kedua pemimpin membahas masalah Suriah selama 50 menit, selama mereka membahas terjadi pemboman Rabu di Damaskus dan rancangan resolusi PBB tentang Suriah akan segera ditentukan.

"Kami menegaskan bahwa kami mengutuk apapun tindakan terorisme terlepas dari siapa pelaku mereka, dan berharap Amerika Serikat bergabung dengan kami," kata Ushakov. Dia menambahkan bahwa Putin mengatakan kepada Obama, kedua pihak dalam konflik harus ditekan ke arah solusi damai.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.