MERDEKA.COM, Keberadaan organisasi massa (Ormas) di Indonesia sudah waktunya diatur oleh undang-undang. Saat ini banyak pihak asing yang memiliki kepentingan berlindung di balik LSM dan Ormas.
"Cuma orang Indonesia ini aneh, belum dikeluarkan menjadi UU sudah dibawa ke Mahkamah Konstitusi, demokrasi sudah kebablasan, kan RUU ormas itu bisa dipelajari dahulu sebelum diketok palu," ujar pengamat Intelijen Wawan Purwanto saat diskusi 'mengurangi ratio logis RUU ormas' di Galery Cafe, Cikini, Minggu (2/12).
Menurutnya, sejak awal reformasi Ormas memang sudah diatur. Namun, RUU Ormas harus disempurnakan lagi agar tidak kebablasan. Wawan menilai RUU Ormas diperlukan untuk mengatur keberadaan asing yang berlindung di balik Ormas dan LSM yang semakin banyak di negeri ini.
"Kita sering kecolongan, kita diobok-obok, tapi enggak sadar, asing masuk lewat ormas dan LSM. Ini bahaya," ungkapnya.
Dia juga menjelaskan asing yang berada di Ormas ataupun LSM seringkali memanipulasi segala cara demi keuntungan dan kepentingan asing di Indonesia. "Didomplengi asing itu masuk kategori subversi, lambat laun akan menggergaji aset bangsa," tuturnya.
Ormas, lanjutnya, di Indonesia yang jumlahnya sudah mencapai 65 juta tidak semua juga memiliki keinginan baik. "Banyak juga ormas yang nakal, yang kerjanya membuat rusuh, itu nanti diatur dalam RUU Ormas," tandasnya.
Kenaikan BBM
- Mendagri Sindir Jokowi yang Tolak Program Kompensasi BBMTRIBUNnews.com - 6 menit yang lalu
- BBM Eceran di Rejanglebong Capai Rp8.000 PerliterAntara - 52 menit yang lalu
- BBM Naik, Upah Buruh Harus Naik Tempo - 59 menit yang lalu
- Kenaikan BBM Setelah Sidang Paripurna DPROtosia - 1 jam 16 menit lalu
- Charlie Setia Band Percaya Alasan SBY Naikkan BBMTRIBUNnews.com - 1 jam 29 menit lalu
- BBM Jadi Naik, IHSG MelesatPlasadana - 1 jam 30 menit lalu
- Wali Kota Bandung Imbau Warga Tak Boros BBMTRIBUNnews.com - 1 jam 32 menit lalu
- BBM akan naik, Wali Kota Bandung minta warga tidak borosMerdeka.com - 1 jam 52 menit lalu
- Harga Raskin Tak Terpengaruh Kenaikan Harga BBMAntara - 1 jam 54 menit lalu
- Buruh di Deliserdang Lanjutkan Aksi Demo Tolak BBM NTRIBUNnews.com - 1 jam 58 menit lalu
- Demo BBM, mahasiswa dan rektor UHN Medan diamankan polisiMerdeka.com - 2 jam 16 menit lalu
- Jelang Kenaikan Harga BBM, Tiket Bus Masih NormalTRIBUNnews.com - 2 jam 28 menit lalu
- Demo BBM di DPR, 88 demonstran ditangkap Polda MetroMerdeka.com - 2 jam 56 menit lalu
- Timbun 13 ton BBM, empat orang ditangkap Polda LampungMerdeka.com - 3 jam yang lalu
- Polda Lampung Sita 13 Ton BBMAntara - 3 jam yang lalu
- Tolak BBM naik, hacker serang situs Kementan, PAN dan KPUMerdeka.com - 3 jam yang lalu
- Jelang Kenaikan Harga BBM, Antrean SPBU MengularTempo - 3 jam yang lalu
- BBM Naik, Polisi Bersenjata Lengkap Jaga SPBUTempo - 4 jam yang lalu
- Sudah tradisi, bukan SBY yang umumkan kenaikan harga BBMMerdeka.com - 4 jam yang lalu
- Cara mahasiswa tahun 60-an demo Soekarno tolak kenaikan BBMMerdeka.com - 5 jam yang lalu
Berita Lainnya
- Perokok Gugat Ketentuan Pajak Cukai Produk Rokok
- KPU NTT Pantang Mundur
- Misi PBB: Keikutsertaan Perempuan Penting Bagi Libya
- MK Diminta Batalkan 12 Pasal UU Adminduk
- Mahfud Md: Presiden Tak Hanya Modal Konsep
- Mahfud: Soekarno Sangat Dikenal di Luar Negeri
- INI: Putusan MK Munculkan Keresahan Kalangan Notaris
- Benahi Regulasi, Majukan Bisnis Digital Antara videos
- Jokowi: PT Askes Sudah Sesuai Undang-Und …TRIBUNnews.com
- Minuman Beralkohol Perlu Diatur Undang-u …TRIBUNnews.com
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 42
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
Jajak Pendapat Yahoo!
Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?
Memuat...


Yahoo! OMG