INILAH.COM, Jakarta - Rencana kajian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi antara Rp500-1.000 berdampak terhadap pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan.
Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan, rencana kenaikan BBM subsisi domestik ini akan menjadi faktor domestik yang akan terus menggelayuti pergerakan IHSG ke depan hingga kebijakan tersebut diterapkan nanti. Hal itu pun berdampak terhadap sektor saham berkaitan dengan minyak seperti saham berbasis transportasi, otomotif, perbankan, karet sintetis, dan kimia berbasis minyak.
Selain itu, Edwin mengatakan, penurunan IHSG juga karena harga minyak mengalami kenaikan sebesar 1,7% membuat harga Nymex crude oil berada di level US$108,08 per barel. Harga minyak Nymex pun diperkirakan mencapai US$120 jika Iran memperluas jumlah negara Eropa yang dihentikan pasaokannya minyaknya serta akibat relaksasi kebijakan moneter China.
Pelemahan IHSG pun diprediksikan hanya sementara. "Ini semua sifatnya sementara. Kalau negara Arab dan badan minyak intervensi, harga minyak akan turun lagi," kata Edwin di Jakarta, Jumat (24/2/2012). [cms]
TEMPO.CO , Jakarta:- Presiden Indonesia Air Traffic Controllers Association, I Gusti Ketut Susila, mengatakan bahwa meledaknya jumlah penerbangan murah dinilai ikut berperan besar dalam minimnya petugas di menara pengawas penerbangan (air traffic controller/ATC). Kondisi ini hampir dialami semua bandar udara di Indonesia. Maskapai murah membuat frekuensi penerbangan semakin tinggi, sedangkan jumlah petugas ATC tidak bertambah secara signifikan.


Belum ada komentar