Sanggar Bung Karno di Flores Terlantar

TEMPO.CO, Kupang - Sanggar kesenian yang sering digunakan Bung Karno pada masa pembuangannya di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak terawat. Di sekitar gedung sanggar itu dipenuhi rumput ilalang.

Ulin, warga sekitar mengatakan, gedung ini tidak pernah digunakan atau dijaga, apalagi direnovasi. Padahal, gedung tersebut memiliki nilai sejarah. "Gedung ini biasa digunakan Bung Karno untuk menggelar pentas kesenian," kata Ulin kepada Tempo, Sabtu, 21 Juli 2012.

Wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu menyesalkan pembiaran pemerintah daerah terhadap gedung-gedung yang punya nilai sejarah. "Wah, gedung bersejarah kok dibiarkan mubazir. Kasian benar," kata Rustam Fachri, seorang wisatawan saat berkunjung ke lokasi.

Sedikitnya ada tiga titik yang kerap dipakai Bung Karno untuk melakukan berbagai aktivitas di Flores. Tempat itu adalah kediaman Bung Karno, tugu Pancasila di mana Pancasila lahir, dan gedung sanggar kesenian. "Harus ketiga lokasi ini menjadi perhatian pemerintah untuk direnovasi," kata Rustam.

Sementara ini, pemerintah daerah baru melakukan pemugaran bangunan di tempat kediaman mantan Presiden RI itu. Selanjutnya, perbaikan diterapkan di taman perenungan Bung Karno, termasuk patung Bung Karno yang terletak di lapangan Pancasila, Ende.

Patung yang dibangun beberapa tahun lalu itu, terletak di taman perenungan yang biasa dipakai untuk semedi semasa pembuangan di Ende. Pemugaran rencana selesai pada 1 Juni 2013 dan bakal diresmikan Wakil Presiden Boediono.

YOHANES SEO

Berita terpopuler lainnya:

PSK Ini Ladeni 12 Orang Sehari

Karyawan ''Nakal'' Ini Sengaja Sebarkan Hepatitis C 

Pemutaran Film Batman Telan Nyawa 14 Penonton

Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika

Hartati Murdaya Terancam Dipecat dari Demokrat

Berapa Kerugian Hambalang? Ini Taksiran KPK

Film ''Mursala'' Dilarang Tayang.  

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat