Kabut Asap

Santri Dikeroyok Orang: Kondisi Ponpes Riyadul Mu'min Kembali Normal

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Santri Pondok Pesantren Riyadul Mu'min, Munawir mengatakan kondisi pesantren saat ini kembali normal, pasca peristiwa pengeroyokan yang dilakuan oleh lima orang tidak dikenal terhadap salah seorang santri pondok pesantren itu.

"Kondisi pesantren sudah kondusif dan korban Yusuf juga alhamdulillah sudah membaik," ucap Munawwir kepada INILAH.COM, Jakarta, Jum'at, (10/8/2012).

Ia menjelaskan, setelah terdengar kabar ada aksi pengeroyokan di Ponpes itu, memang anggota FPI telah bekumpul untuk melakukan pencarian terhadap pelaku, namun hal itu bisa diredam. "Walau sudah pada kumpul semalam, tapi Kiyai memberikan nasehat sehingga bisa diredam, karena sudah ditangani oleh penegak hukum," jelasnya.

Saat ini kasus pengeroyokan itu sudah dilimpahkan ke Polres Jakarta Barat. "Tadinya Polsek Tanjung Duren tapi gak bisa nanganin, akhirnya dilimpahkan. Kasus tetap berlanjut, karena semalam si Yusuf sudah di visum," katanya.

Munawir juga mengatakan, petugas Polres Jakarta Barat, juga telah menahan satu orang pelaku pengeroyokan itu. Sementara saat dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua tim advokasi tim kampanye Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, Giofedi Rauf bahwa kasus ini tetap diproses secara hukum. "Iya tetap diproses hukum, karena korban juga sudah di visum," tandasnya.

Sebelumnya, pada aksi pengeroyokan terjadi Kamis (9/8/2012) sekitar pukul 16.00 WIB bertempat di Pondok Pesantren Riyadul Mu'minin Jalan Tubagus Angke No 21 Jelambar Baru Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Penganiyaan terhadap relawan Fauzi-Nachrowi yang juga santri Ponpes tersebut bernama Yusuf.

"Iya benar ada pemukulan, bahkan bukan hanya pemukulan tapi juga penyerangan," kata anggota tim sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Giofedi saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Jumat, (10/8/2012).

Gio menceritakan, saat itu korban yaitu Yusuf dalam posisi tidur. Saat asik tidur, tiba-tiba didatangi oleh sekelompok orang tak dikenal. Yusuf dikeroyok oleh lima orang yang diduga dari keturunan Tionghoa. "Iya kenapa kita sebut penyerangan karena mereka itu masuk ke dalam pesantren, jadi bukan di luar pesantren tapi di dalam. Yusuf pun dikeroyok," terangnya.

Menurut Gio, korban Yusuf dalam hal ini tidak kenal dan tidak ada hubungan oleh para pelaku. "Yusuf gak kenal dan tidak ada masalah apa-apa, orang lagi tidur kok," jelas Giofedi.

Atas aksi tersebut, Yusuf mengalami luka lebam di bagian kaki dan tangan, bahkan sempat mengalami pingsan dan mata korban tidak dapat melihat. "Pelaku tidak memakai senjata apa-apa hanya mukulin doang," terangnya.[bay]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat