Saya Trauma Adinda Dirawat di Rumah Sakit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Oki Ratna Timur Pamungkas (34) ibunda dari Adinda Kusuma Ayu Arimbi (5 bulan) yang kini mengalami kondisi memprihatinkan mengaku trauma membawa anak pertamanya untuk kembali menjalani perawatan di RS.

"Saya trauma, masih tidak tega jika Adinda dirawat dari nol lagi di RS. Usianya masih kecil, saya masih ingat betul pilu rasanya melihat Adinda harus dipasang infus. Seluruh badannya dipasang alat," ungkap Oki saat ditemui Tribunnews.com di kediaman saudaranya di Jalan Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2012).

Adinda yang sejak lahir, sempat menjalani perawatan di dua RS di Jogyakarta ini, sudah 10 hari diboyong Ibundanya ke Jakarta. Sementara sang ayah, Heri Suheri masih tinggal di Yogyakarta lantaran bekerja sebagai karyawan swasta di sana.

Oki mengaku membawa Adinda ke Jakarta agar dekat dengan sanak saudaranya sehingga ada yang membantu merawat Adinda.

"Di Yogya kan saya sendiri, jadi saya nekat bawa ke Jakarta disini kan banyak saudara yang bisa bantu merawat, ada dukungan moril dari mereka. Itu buat saya kuat," jelas Oki.

Lantaran trauma tidak ingin dirawat di RS, kini Adinda hanya mendapatkan perawatan di rumah, kontrol rutin ke posyandu dan konsultasi ke ahli gizi.

Konsultasi pada ahli gizi inilah harapan besar Oki. Selain tentunya, berpasrah pada yang maha kuasa. Dengan konsultasi pada ahli gizi, Oki berharap perkembangan pertumbuhan Adinda normal seperti anak lain seusianya.

"Saya konsultasi ke ahli gizi. Jadi, benar-benar dijaga kesehatan dan asupan gizi Adinda. Adinda rutin diberi susu formula, air tajin beras merah, dan air kacang hijau," singkat Oki.

10 hari di Jakarta dan atas konsultasi dari ahli gizi, berat badan Adinda bertambah dari 2,8 kg kini menjadi 2,9 kg. "Naik satu ons saja sudah bersyukur. Saya yakin Adinda anak yang kuat dan pasti bisa kembali normal. Hanya butuh kesabaran dan banyak berdoa," tutur Oki.

Seperti diketahui, Adinda dulunya terlahir normal di Wates, Yogyakarta 31 januari 2012. Namun, diusianya yang baru lima bulan, berat badan Adinda sama seperti berat sewaktu baru lahir yakni 2,9 kg.

Pasca Adinda menderita sakit diare, Oki, ibunda Adinda membawa Adinda ke satu RS di Wates. Di sana Adinda senpat dirawat selama empat hari. Namun lantaran mengalami dehidrasi akut dokter angkat tangan lalu dirujuk ke RSUD Sardjito Yogyakarta.

Di sana Adinda masuk UGD, dan dianjurkan dirawat di ICU. Hampir sepekan Adinda di rawat di ruang perawatan intensif terlihat ada perkembangan. Kemudian, dipindah ke bangsal kelas III untuk pemulihan tapi malah makin buruk.

Kondisi Adinda memprihatinkan, berat badannya yang saat itu 3,6 kg terus turun drastis. Perut adinda menggelembung, seluruh badan adinda menghitam, kaki dan tangan mengecil.

Melihat kondisi Adinda yang makin parah dan dana di rumah sakit yang semakin membengkak hingga Rp 40 juta, akhirnya Oki dan sang suami memutuskan merawat Adinda pada 9 Juni 2012 lalu.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Alex Noerdin Gandeng Singapura Garap Bandar Jakarta
  • Foto-foto Jokowi-Ahok Berkeliling Pulau Seribu
  • Hidayat: Jangan Dianggap Aneh Santri Jadi Cagub
  • Hendardji: Spanyol Indah, Portugal Menakjubkan
  • Hidayat Janji Tidak Gusur Pedagang Tradisional
  • Hendardji: Beri Pengobatan Gratis Ditegur Salahnya…
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat