Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk
TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR - Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Siantar-Simalungun mengadakan silaturahmi dengan buruh untuk peringati hari buruh tahun 2012. Tidak seperti dilakukan biasanya, peringatan hari buruh dengan aksi turun ke jalan. Aksi turun ke jalan di Sumut dipusatkan di Medan.
Hal itu disampaikan oleh ketua SBSI Siantar-Simalungun Ramlan Sinaga ketika ditemui www.tribun-medan.com dan beberapa wartawan di Jl A Yani, Senin (30/4/2012). "Kita hanya lakukan silaturahmi dengan para buruh di Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun," katanya.
Ketua Federasi Tranportasi dan Angkutan ini juga mengatakan, tidak mengadakan aksi di Pematangsiantar karena merasa tidak perlu. Di mana, Walikotanya tidak peduli dengan keadaan sesungguhnya. "Walikotanya tidak peduli, jadi percuma kita bersuara di Pematangsiantar," katanya sedikit kesal ditanyakan mengenai Pematangsiantar.
Kemudian, aksi yang dilakukan tidak turun ke jalan karena permintaan SBSI Simalungun. Dimana, dalam silaturahmi akan dilakukan dialog dan saling bertukar pikiran. Kemudian, termasuk menampung keluhan-keluhan buruh yang dialami sampai hari ini.
Meski demikian, SBSI tetap komit menyuarakan agar kenaikan harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, bahkan enam bulan ke depan. Karena, menurutnya jika harga BBM naik, maka yang akan terkena imbasnya adalah harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) akan naik. "Buruh itu sudah sengsara, apalagi ditambah dengan tingginya harga kebutuhan," katanya.



Yahoo! OMG