SDN Munjul 01 Cipayung Harus Direhabilitasi Berat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi salah satu ruangan kelas SDN Munjul 01 di Jalan Dalang, RT 008 RW 05, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur rusak parah.

Tidak ada plafon di sana. Beberapa genteng pun pecah, dan kerangka atap rapuh dimakan rayap. Akibatnya, pihak sekolah mengunci ruang tersebut dengan sebuah gembok.

Sehingga, selama tiga tahun, ruangan terpaksa tidak digunakan. Kepala SDN Munjul 01 Subarjo Suryono menjelaskan, ruangan tersebut dulunya merupakan ruang kelas 3. Agar tidak roboh, pihaknya menopang kerangka plafon dengan sejumlah kayu.

"Sengaja ditopang agar atapnya tetap kuat," katanya, Minggu (20/5/2012).

Subarjo mengaku miris melihat kondisi ruangan tersebut. Ia khawatir, sewaktu-waktu atap ruang kelas yang ada di bagian paling ujung lantai dua roboh.

Pihak sekolah pun sudah berulang kali mengajukan perbaikan melalui Seksi Dikdas (Pendidikan Dasar) Kecamatan Cipayung, yang diteruskan ke Sudin Dikdas Disbudpar Jakarta Timur.

"Kami berharap cepat direhab, supaya ruang tersebut bisa digunakan kembali, dan siswa tidak resah," tuturnya.

Menurut anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Munjul Anwar Hasan Yusuf, gedung sekolah yang resmi digunakan sejak 11 September 1992, hingga kini belum mengalami perbaikan.

Sementara, satu sekolah lain yang berada di sekitarnya, yakni SDN Munjul 02, sudah direhabilitasi total.

"Padahal, usia gedung SDN Munjul 01 lebih tua, dan lebih membutuhkan rehab total," papar anggota LMK yang mengurusi bidang sarana dan prasarana di lingkungan kelurahan tersebut.

Kerusakan lain juga terjadi pada sejumlah plafon di ruangan kelas lain. Di mana terdapat plafon yang bolong dan retak. Kemudian, tak sedikit pula kaca jendela nako yang hilang.

"Plafonnya memang rawan ambruk. Harus direhab berat, bangunan ini juga tidak memiliki musala. Padahal, ini penting juga," cetus Anwar.

Aldi (9), siswa kelas III B, mengaku resah dengan kondisi ruang kelas yang tak berplafon. Lantaran terkunci selama tiga tahun, ia dan kawan-kawannya pun juga menganggap kelas tersebut angker. (*)

BACA JUGA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat