Kabut Asap

Sebanyak 51 Harimau Sumatra Hilang Tiap Tahun

Liputan6.com, Jambi: Greenpeace merilis sedikitnya 51 ekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) dinyatakan hilang dari habitatnya disebabkan berbagai sebab. "Tapi hingga kini tidak tahu berapa jumlah pastinya yang hilang dari hutan Taman Nasional Kerinci Seblat," kata koodinator program patroli Pelestarian Harimau Sumatra TNKS, Dian Risdianto, Senin (16/7).

Namun dia mengakui, setiap tahunnya terus terjadi kasus menghilangnya harimau-harimau Sumatra dari populasinya di hutan TNKS yang cakupannya meliputi Jambi, Sumbar dan Bengkulu. "Tapi kita tidak tahu jumlah pastinya karena memang kita belum melakukan penelitian ilmiah yang khusus tentang tingkat kehilangan individu harimau dari populasinya ini di hutan TNKS," ujarnya.

Sementara pihak TNKS mengungkapkan belum memiliki data valid yang berdasarkan penelitian ilmiah tentang keberadaan harimau Sumatra tersebut. Saat ini data yang dimiliki balai besar TNKS memang menunjukkan angka berkurangnya jumlah harimau Sumatra terus terjadi. Selain karena harimau yang ngurak (mati tua), juga karena pertarungan antarharimau memperebutkan wilayahnya.

"Dan yang terpenting adalah akibat masih terus terjadi perburuan liar yang dilakukan pemburu liar yang menjadikan harimau sebagai bisnis dan hobi serta juga oleh warga yang terusik oleh keberadaan harimau yang sering memangsa ternak bahkan warga," kata dia. Hilangnya harimau itu diakibatkan oleh perburuan liar baik dengan cara ditangkap hidup-hidup maupun dibunuh.

Menurut dia masih terjadinya perburuan liar itu terbukti dengan sering ditangkapnya para pelaku yang diduga sebagai pemburu harimau oleh tim dari Polres Kerinci dan BB TNKS. Dan bukan rahasia umum lagi kalau Indonesia dikenal sebagai sumber tulang harimau terbesar di dunia, dan pemasok utama untuk pasar bagian tubuh dan produk harimau lainnya ke negara-negara Asia Timur.

"Namun tingginya ancaman terhadap populasi harimau Sumatra itu terus diupayakan seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan, termasuk BB TNKS, di antaranya melalui konservasi," ujarnya. Saat ini, diperkirakan populasi harimau Sumatra yang tersisa dan hidup di hutan berkisar 300-500 ekor dan mengalami ancaman oleh perburuan ilegal.(ANT/JUM)