TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, pada Sabtu 8 September 2012 lalu, sebelum akhirnya dibawa ke Singapura.
"Malam Minggu sambil menunggu Ibu Nafsiah (istrinya) datang dari Samarinda, beliau diantar ke RS Medistra," ujar Abdul Azis, staf Dahlan, dalam pesan elektronik, Rabu 12 September 2012.
Di rumah sakit tersebut, Dahlan diharuskan beristirahat dan difoto rontgen. Foto tersebut menunjukkan hasil yang baik. Namun, teman-teman dekat bos Jawa Pos itu menyarankan Dahlan untuk berobat ke Singapura. Alasannya, perawatan di negara itu dilakukan oleh dokter yang pernah menangani Dahlan melakukan operasi transplantasi hati.
Sebenarnya, kata Azis, Dahlan menolak dibawa ke Singapura. Ia baru bersedia terbang demi menghargai saran teman-temannya itu. "Akhirnya kami pun berangkat pada Minggu siang ke Singapore General Hospital," kata Azis.
Menurutnya, di rumah sakit Dahlan lebih senang berdiskusi di samping ruang rawat inap ketimbang beristirahat. "Beliau hanya kembali ke ruang perawatan kalau mau minum obat, atau kalau ada kunjungan beberapa sahabat, biar terkesan sakit," ujar Azis.
Menurunnya kondisi Dahlan sebenarnya sudah berlangsung sejak kepulangannya dari umroh, serta kunjungan ke sejumlah negara Timur Tengah, seperti Palestina, Yordania, dan Irak pada Ramadan hingga Lebaran lalu. Saat itu, penyakit yang dikeluhkannya adalah flu dan batuk.
Sampai Sabtu pekan lalu, kondisi Dahlan tidak kunjung membaik. Bahkan, setibanya dari Semarang ia sempat diinfus di klinik Bandara Soekarno-Hatta.
SATWIKA MOVEMENTI


