Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya mengumumkan pendapatan bersih pada sembilan bulan pertama di 2012 mencapai Rp 143,1 triliun, meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama di 2011.
Laba bersih naik sebesar 9 persen dari Rp13,4 triliun menjadi Rp14,7 triliun. Laba bersih per saham juga mengalami peningkatan sebesar 9 persen menjadi Rp362 per saham.
“Kinerja yang baik dari Grup Astra pada sembilan bulan pertama tahun ini terutama didukung oleh tingginya penjualan mobil dan anak usaha lainnya,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (31/10/2012).
Kegiatan Grup Astra fokus pada enam lini bisnis, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi dengan rincian sebagai berikut.
Kontribusi laba bersih Divisi Otomotif meningkat 17 persen menjadi Rp7,2 triliun, termasuk Rp 3,7 triliun dari Perseroan dan anak perusahaan, serta Rp 3,5 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly control entities di bidang otomotif.
PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan bidang manufaktur komponen yang 95,7 persen sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 767 miliar, meningkat 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lalu, kontribusi laba bersih Divisi Jasa Keuangan yang mengalami kenaikan 9 persen menjadi Rp2,8 triliun.
Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 3 persen menjadi Rp38,6 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse.
Divisi Alat Berat dan Pertambangan Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan meningkat 3 persen menjadi Rp2,7 triliun.
PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5 persen sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 3 persen menjadi Rp4,5 triliun, yang didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 11 persen. Kontribusi laba bersih Divisi Agribisnis turun sebesar 10 persen menjadi Rp 1,3 triliun.
Hal ini tampak dari PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7 persen sahamnya dimiliki oleh Perseroan, membukukan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun, turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Kontribusi laba bersih Divisi Teknologi Informasi naik 16 persen menjadi Rp82 miliar.
Dikontribusikan melalui, PT Astra Graphia Tbk (AG), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9 persen sahamnya dimiliki oleh Astra, mencatat laba bersih sebesar Rp107 miliar, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011. (*)
BACA JUGA:
- Indosat Hadirkan Kartu Indosat Supergadget
- 18 Produk Kerajinan Indonesia Raih UNESCO Awa...
- Irni Palar Ditunjuk Jadi Direktur MasterCard ...


