Kabut Asap

Sehari Menikmati Wajah Baru Sentosa

Dulu ada ungkapan, Sentosa adalah tempat liburan yang mahal dan tidak ada yang menarik dilihat. Ungkapan itu kini sedikit berubah. Sentosa masih mahal, tetapi yang pasti kini banyak hal menarik yang bisa dinikmati.

Dari stasiun MRT Harbour Front di mal Vivo City, saya langsung naik ke lantai tiga untuk naik monorel ke Sentosa. Setiap orang dikenakan S$ 3 untuk naik monorel Sentosa Express — sudah termasuk ongkos pulang.
Nature Walk, jembatan kecil yang membawa kita menuju Pantai Silos. (Syanne Susita)
Saya memilih monorel berhubung tidak pernah mengelilingi Sentosa. Pemberhentian pertama dari jalur ini adalah stasiun Waterfront. Hampir semua pusat keriaan andalan Sentosa ada di stasiun ini, misalnya Universal Studios, Resort World, Casino, dan berbagai restoran dan kafe untuk mengisi perut.
Patung Singa Merlion raksasa yang merupakan monumen khas Sentosa. (Syanne Susita)
Bagi yang belum pernah mengunjungi Universal Studios Sentosa, sebaiknya datang pagi hari agar bisa menyusuri keseluruhan atraksi lain di sekitar stasiun Sentosa. Selain Universal Studio, ternyata kini sudah banyak restoran, kafe, toko suvenir bahkan dua toko Sevel (Seven Eleven).

Salah satu atraksi gratis di situ adalah panggung Lake of Dreams. Di samping panggung, terdapat elevator ke bawah untuk menuju ke lebih banyak lagi restoran untuk mengganjal perut. Yang agak mengejutkan adalah harga makanan dan minuman di sini lebih murah dibanding di Marina Bay Sands. Padahal, biasanya kan harga makanan dan minuman di taman hiburan lebih mahal.

Daerah yang diberi nama FestiveWalk ini buka 24 jam penuh dalam 7 hari seminggu. Ada kasino, teater dan ruang pertemuan yang aula-aulanya sering jadi lokasi konser. Otak nakal saya pun mulai mengalkulasi.

Berarti kalau ingin menghemat ongkos menginap hotel, bisa juga nih nongkrong “ngadem” dan “selonjoran” beberapa jam di area ini. Toh, pilihan untuk menghabiskan waktu banyak.

Bosan berkeliling FestiveWalk, saya langsung naik ke stasiun monorel lagi, melanjutkan ke stasiun berikutnya, stasiun Imbiah. Begitu turun dari stasiun patung raksasa Merlion langsung menyambut.

Di Merlion plaza inilah biasanya orang mengabadikan gambar sebagai bukti sudah mengunjungi Sentosa. Di sebelah kanan patung, terdapat elevator ke atas menuju Imbiah Lookout. Di daerah ini, saya menikmati keindahan alam saat menyusuri jembatan setapak ke arah taman petualangan MegaZip.

Bagi pejalan bermodal dengkul seperti saya, mencoba permainan di sini termasuk mahal. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk berjalan menuju pantai Siloso. Untuk menikmati pantai pasir putih di Sentosa ini, memang lebih enak menggunakan jembatan ini, ketimbang meneruskan dengan monorel sampai ke stasiun Beach.

Soalnya, untuk mencapai pantai Siloso ini, kita tetap harus berjalan lagi sekitar setengah kilometer.

Pantai Siloso merupakan tempat yang asyik untuk menikmati matahari terbenam. Di hamparan pantai putih itu juga dibuat lapangan voli pantai. Kalau bersama dengan teman, seru juga menghabiskan waktu dengan tanding voli sambil menunggu matahari menghilang.

Dari ujung pantai ini, barulah kita menyusuri pantai hingga stasiun Beach. Stasiun ini memang stasiun terakhir Sentosa Express yang posisinya berada di tengah di antara tiga pantai sepanjang pulau Sentosa. Jika masih punya tenaga, bisa melanjutkan ke pantai Palawan dan Tanjong untuk melihat taman burung.

Berhubung kaki sudah amat pegal, saya pun memutuskan untuk kembali ke stasiun Waterfront untuk menyantap makan dulu di Malaysian Street.

Sentosa terbukti memiliki beberapa hal menarik selain Universal Studios.

Baca juga:

Jelajah Pantai-pantai di Pulau Langkawi
Rencana Perjalanan Asia Tenggara Pertama
[GALERI] Pesona Pulau Sentosa yang Memukau
[GALERI] Keindahan Tanaman Singapura di Gardens by the Bay
[GALERI] Resor Bawah Tanah yang Fantastis di Cina

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.