Kenaikan BBM

Sejumlah Daerah Mengecam "Innocence of Muslims"

Liputan6.com, Solo: Demonstrasi mengecam film anti-Islam berjudul "Innocence of Muslims" terus terjadi. Di Solo, Jawa Tengah, sekelompok massa berunjukrasa menuntut pembuat film itu meminta maaf.

Ratusan muslim yang merupakan anggota sejumlah ormas, berdemonstrasi di Bundaran Gladag, Solo. Dalam orasinya, mereka mengecam film "Innocence of Muslims" dan menuntut pembuat film itu, Nakoula Basseley meminta maaf pada umat Islam. Mereka juga menuntut permintaan maaf dari Amerika Serikat, negara di mana film itu dibuat. Tuntutan lain adalah agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Sayang, unjukrasa menentang film anti-Islam ini dicemari kekerasan. Sepulang demonstrasi, beberapa orang peserta menghampiri dua restoran cepat saji asal Amerika Serikat dan memaksa pengelola menutup tempat itu. Mereka juga mengusir pegawai dan pengunjung yang tengah makan.

Sementara di Makassar, unjukrasa mengutuk film anti-Islam "Innocence of Muslims" digelar oleh mahasiswa di sekitar jembatan layang. Sebagai bentuk protes, mereka membakar  bendera Amerika Serikat. Tak hanya itu, mereka juga menyebar sejumlah bendera Amerika Serikat di jalan agar diinjak-injak pengguna jalan.

Demonstrasi serupa juga digelar di Bogor, Jawa Barat. Namun aksi di sekitar Tugu Kujang yang diikuti ribuan orang ini, berjalan damai dan tertib. Pengunjukrasa hanya menggelar orasi dan membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap film itu.

Film "Innocence of Muslims" yang berdurasi sekitar dua jam, dibuat oleh Nakoula Basseley, warga Amerika Serikat yang berasal dari Mesir. Secara cinematografi, film itu terbilang sangat buruk. Cerita film itu dinilai sangat menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Terkait film itu, hari ini umat Islam yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia akan demonstrasi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. (FRD)