H+5 Terperangkap

Sekjen PBB Ikuti Peristiwa di Paraguay Secara Seksama

PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengikuti peristiwa saat ini di Paraguay secara seksama dan dengan penuh kekhawatiran, demikian keterangan yang disampaikan oleh kantor jurubicaranya di Markas PBB, New York, Rabu (27/6).

"Sekretaris Jenderal telah mengikuti secara seksama dan dengan penuh keprihatinan peristiwa di Paraguay yang mencapai puncaknya dengan penggulingan presiden Fernando Lugo," demikian antara lain isi pernyataan tersebut. "Ia mencatat keprihatinan yang disampaikan oleh para pemimpin regional berkenaan dengan proses pemakzulan dan dampaknya bagi demokrasi di negeri itu."


Pada 22 Juni, Senat Paraguay melakukan pemungutan suara untuk memakzulkan Lugo dan mengganti dia dengan Wakil Presiden Federico Franco. Pemakzulan itu terjadi setelah sengketa lahan yang menewaskan 17 orang pada 15 Juni, dan Lugo dituduh menangani keadaan tersebut secara buruk.

Menurut pernyataan kepada wartawan itu, Ban mengakui upaya yang dilakukan di wilayah tersebut guna menangani situasi itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis.

"Ia menyambut baik misi pencari fakta mendatang yang akan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Orgasasi Negara Amerika (OAS) Jose Miguel Insulza, serta pertemuan luar biasa para pemimpin negara dan Uni Negara Amerika Selatan (UNASUR), yang direncanakan Jumat (29/6)," katanya.

Ban juga "mendesak semua pihak terkait agar berusaha dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan penyelesaian damai berbagai silang pendapat", tambahnya.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.