PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Jumat (19/10), mengatakan masyarakat internasional memiliki tanggung jawab moral guna mengakhiri kerusuhan yang terjadi di Suriah, kata juru bicara PBB kepada wartawan di Markas PBB, New York.
Pada Jumat pagi, Ban berbicara di Drake University di Des Moines, Ibu Kota Negara Bagian Iowa, AS, dengan tema "Global Cintizenship in a Changing World", kata Martin Nesirky, Juru Bicara Ban, dalam taklimat harian.
"Sekretaris Jenderal mengatakan masyarakat internasional memiliki tanggung jawab moral, kewajiban politik dan kewajiban kemanusiaan guna menghentikan pertumpahan darah dan menemukan perdamaian bagi rakyat suriah," kata Nesirky.
Pemimpin PBB tersebut menyeru Dewan Keamanan, semua negara di wilayah itu dan semua pihak terkait agar mendukung pekerjaan Lakhdar Brahimi, utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah, dan mendorong gencatan senjata di negara yang dirongrong konflik tersebut.
Menurut Nesirky, Ban juga memberitahu pendengarnya ada tiga ujian bagi kewarganegaraan global --pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, dan dipenuhinya aspirasi rakyat bagi demokrasi, perdamaian dan keamanan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Sekretaris Jenderal itu pergi ke Des Moines, Kamis, untuk menjadi pembicara utama dalam upacara penganugrahan Hadiah Pangan Dunia 2012 --yang diselenggarakan di sana.
Di dalam pidatonya dalam acara tersebut, Ban juga menekankan teknologi dan pendekatan inovatif, serta keinginan politik kuat dari semua negara sangat penting dalam memerangi kelaparan.
"Sekretaris Jenderal meninggalkan Des Moines menuju New York pada Jumat siang," kata Nesirky. (jk)

