Sembilan Tewas dan 170.000 Orang Mengungsi di India

Guwahati (AFP/ANTARA) – Sembilan orang tewas akibatkekerasan etnis di bagian timur laut India tadi malam, meski bala bantuan militer sudah dikerahkan untuk meredam sejumlah bentrokan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.


Lebih dari 170.000 warga desa terpaksa meninggalkan rumah mereka di negara bagian Assam untuk mencari perlindungan di kamp-kamp bantuan, gedung-gedung pemerintah dan sekolahan, untuk menyelamatkan diri dari kerusuhan tersebut, yang hingga kini telah menewaskan 39 orang sejak Jumat dan puluhan rumah terbakar.


Bentrokan terjadi antara suku pribumi Bodo dan pendatang Muslim, yang selama bertahun-tahun berselisih mengenai teritorial di wilayah terpencil itu.


“Situasinya tegang dan selalu berubah, dan kami ingin menambah pasukan paramiliter,” kata kepala kepolisian Assam, J.N. Choudhury, kepada para wartawan. Dia menambahkan bahwa mayat sembilan orang yang tewas tadi malam tersebut ditemukan pada Rabu pagi.


Beberapa saluran televisi lokal menyiarkan sejumlah gambar dari beberapa rumah yang telah dibakar oleh orang-orang yang bentrok, serta memperlihatkan kaum wanita dan anak-anak yang berkumpul di kamp-kamp yang dikelola pemerintah, berada dalam perlindungan para tentara.


Hagrama Mohilary, ketua Bodoland Territorial Council, sebuah badan pemerintah lokal, mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa “35 orang tewas dan sekitar 170.000 orang ditampung di kamp-kamp bantuan.”


Mohilary mengatakan bahwa sejumlah korban terbaru itu tewas akibat serangan senjata seperti tongkat, dan tubuh mereka ditinggalkan di sawah dan pinggir jalan.


Pihak kepolisian pada Senin mengeluarkan perintah penembakan, setelah para perusuh membakar toko-toko dan rumah-rumah, serta menyerang geng-geng saingan mereka. Perintah itu menyatakan bahwa jika jam malam dilanggar dapat dilakukan penembakan tanpa peringatan. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.