Laporan Wartawan Surya /hesti kristanti
TRIBUNNEWS.COM BATU - Aksi solidaritas membongkar otak pembunuh pejuang hak asasi manusia Munir Said Thalib datang dari para seniman dan budayawan ternama seperti Butet Kertaradjasa, Goenawan Mohamad, Joko Pekik (perupa), DJaduk Ferianto, Romo Sindhunata, dan Arswendo Atmowiloto.
Datang juga kawan Munir yang juga aktivis HAM, seperti Hendardi (Ketua Setara Institut dan Komite Aksi Solidaritas untuk Munir dan Usman Hamid (Dewan Pembina Kontras).
Mereka berziarah bersama di makam Munir di makam umum Sisir Jl Agus Salim. Sekitar, pukul 09.00, mereka tepat di makam Munir untuk memberikan do'a. Tak luput pula, istri mendiang Suciwati dan dua putra Munir, Soeltan Alif Allende (14) dan Diva Suki Larasati (10).
Di sela ziarah, mereka menyanyikan lagu Indonesia raya sembari mengibarkan bendera merah putih yang dipimpin oleh Usman Hamid.
Inisiator acara 'Menafsir Munir, Melawan Lupa', Butet Kertaradjasa di depan makam Munir kepada peziarah mengatakan, "Cak Munir ini teman temanmu datang ke sini tidak memperingati kematianmu, tapi memperingati sampean digugurkan dengan paksa. Entah siapa pelakunya. Pemimpin kami hingga hari ini belum menuntaskan siapa otak pembunuhan itu. Kami datang ke sini selain berziarah juga meneguhkan dan meneruskan perjuangan Cak Munir untuk merawat dan membela kemanusian. Kami mohon izin dalam dua hari ini mengajak masyarakat mengingat apa yang Cak Munir telah lakukan, dan mengingat bahwa ada yang berhutang janji untuk menuntaskan kematianmu," ujar Butet.
Lalu disambung Usman Hamid dengan berujar, "Hari di makam Munir juga di makam ibunda Munir. Ibu yang membesarka Munir. Di sini ada Butet, Djaduk, Romo Sindhunata, Pungky, ada banyak orang yang berkumpul menziarahi makammu. Entah apa yang menjadi sebab kami berkumpul, Gus dur pernah mengatakan, kerjanya munir itu hanya menolong orang. Syafi'I Maarif mengatakan, engkaulah duta Islam. Cak, hari ini seniman dari Batu, Jogja, dari mana-mana kumpul di sini. Mereka ingin melihat sosokmu, menagih keadilan. bukan hanya tindakannmu penuh etik, tapi juga penuh estetik," ujar Usman.
"Engkau membuat kami belajar. Engkau sahid Cak. Ajaklah kami, ajarkanlah kami untuk terus gandrung pada kebenaran. Mudah-mudahan kedatangan kami menambah semangat kami,".
Ziarah ini mengawali aksi budaya yang digelar oleh perupa Batu dan Jogjakarta di Kota Batu. Acara tersebut bertema 'Menafsir Munir, Melawan Lupa" selama dua hari 2-3 Desember. Iksan Fauzi"Janganlah Kamu Takut. Sekali Takut, Kamu Kalah"----Pramoedya A.T
Baca Juga :
- Wartawan Pos Kupang Diancam Akan Bunuh 22 menit lalu
- Punya Tiga Istri Hamili Anak Ingusan 36 menit lalu
-
Calon Presiden 2014Populer Belum Tentu Berkualitas 1 jam lalu



Yahoo! OMG