Perang Lawan Geng Motor

Seorang Jenderal Penting Suriah Membelot

Beirut (AFP/ANTARA) - Seorang jenderal penting dan dekat dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad serta keluarganya membelot, pukulan baru bagi pemerintah itu, kata sumber dekat dengan pemerintah kepada AFP pada Jumat.

"Jenderal Munaf Tlass membelot tiga hari lalu dan ia agaknya telah meninggalkan Suriah," kata sumber itu, yang tidak bersedia namanya disebut.

Tlass adalah perwira militer tertinggi yang meninggalkan pemerintah Suriah.

Ia adalah putra mantan menteri pertahanan Mustafa Tlass, kawan dekat Hafez al-Assad almarhum, ayah Bashar al-Assad. Tlass juga seorang anggota kalangan dalam pemerintah di Suriah dan teman Bashar semasa kecil.

Keluarga pejabat Sunni itu berasal dari kota Rastan yang dikuasai pemberontak, di provinsi Homs, yang kini dikepung dan ditembaki pasukan pemerintah.

Seorang jenderal di pasukan elit Pengawal Republik, yang bertugas melindungi pemerintah, Tlass disisihkan lebih setahun lalu, setelah ia tampaknya tidak dipercaya.

Menurut sumber yang punya hubungan dekat dengan Damaskus, Tlass telah melakukan beberapa misi rekonsiliasi tetapi gagal antara para pendukung pemerintah dan pemberontak di Rastan dan provinsi Daraa di selatan.

Beberapa bulan kemudian ia menyerahkan seragam militernya dan menggantikan dengan pakaian sipil. Ia menetap di Damaskus, di mana ia membiarkan janggut dan rambutnya panjan.

Satu sumber lainnya di Damakus mengemukakan kepada AFP hubungan Tlass dengan pihak penguasa tidak dapat didamaikan setelah serangan pemerintah terhadap distrik Baba Amr, Homs Februari tahun ini.

Tlass kabarnya meolak memimpin satu yang ditugaskan untuk menguasai kembali bekas pangkalan pemberontak itu dan Bashar kemudian mengemukakan kepada dia agar tiggal di rumah saja.

Sumber-sumber yang dekat denganTass mengatakan eluargay kiniberada di Dubai, termasuk abangnya Firas, yang adalah seorang pengusaha.

Saudara sepupu Tlass Abdel Razzak membelot dari militer beberapa bulan lalu memimpin Batalyon Farouk dari Tentara Pembebasan Suriah di Homs.

Kelompok Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang bermarkas di London mengatakan lebih dari 16.500 orang tewas sejak pemberontakan terhadap pemerintah Bashar meletus pertengahan Maret tahun lalu. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.