TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tinggal 11 hari lagi. Namun mayoritas pemilih ternyata tidak mengetahui apa saja program-program yang ditawarkan para calon Gubernur DKI Jakarta. Ini tampak dari survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia pada 13-29 Agustus 2012 yang dipublikasikan Ahad, 9 September 2012.
Hasil survei menunjukkan 38,5 persen dari 600 responden tidak mengetahui program Fauzi Bowo dan sebanyak 47,67 persen tidak mengetahui program Joko Widodo. Survei dengan teknik multistage stratified random sampling ini digelar di seluruh wilayah Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu.
Peneliti dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Dirga Ardiansa, mengatakan, ada dua hal yang menyebabkan pemilih tidak tahu soal program yang diusung oleh kandidat DKI-1. Pertama, bisa jadi para kandidat memang menganggap sosialisasi program hanya sebatas formalitas.
Kedua, kata Dirga, ada kemungkinan para calon Gubernur tersandung oleh faktor prosedural dan hukum. Salah satunya, waktu kampanye pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta dibatasi hanya selama 3 hari. »Di luar waktu yang ditentukan, kandidat tidak bisa berkampanye,” katanya, Ahad 9 September 2012.
Adapun responden yang tahu mengenai program Fauzi Bowo diketahui paling akrab dengan program mengatasi banjir yang diusung sang calon. Program ini diingat oleh 18 persen responden. Sedangkan responden yang mengenal program Jokowi mengaku terkesan oleh program penyediaan layanan kesehatan murah. »Ada 14, 33 persen responden yang ingat program itu,” kata Dirga.
Program para kandidat lainnya tak terlalu diingat responden. Dari semua janji program Fauzi Bowo, program pendidikan murah diingat 17,50 persen responden, program mengatasi kemacetan diingat 13,33 persen, program kesehatan murah diingat 3,67 persen, program mengatasi korupsi diingat 1,17 persen, dan lainnya 4,67 persen. Sedangkan untuk program Jokowi, pemberdayaan kaki lima dan pasar tradisional diingat 8,83 persen responden, 8 persen responden mengingat program pendidikan murah, 4,17 persen mengingat program mengatasi masalah transportasi massal, 2 persen ingat program mengatasi banjir, 1,33 persen ingat program pemberantasan korupsi, serta lainya 9,67 persen.
Dirga menganggap wajar bila masyarakat lebih mengetahui program Fauzi ketimbang Jokowi. "Fauzi itu incumbent. Jadi beberapa program dia sebenarnya meneruskan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya," ujarnya.
Yang menggembirakan, sebanyak 93,7 persen responden mengaku akan datang untuk mencoblos pada 20 September 2012 mendatang. "Tapi, uniknya, 80 persen dari mereka menjawab keputusan itu masih bisa berubah," ujar Dirga.
ANANDA PUTRI
Tiga Pria di Balik Kematian Munir
Di SMP, Munir Pernah Ranking 180 dari 200 Siswa
Jalan Bebas Muchdi di Kasus Munir
Di Youtube, Tim Jokowi Kritik Parameter Kemiskinan
Tanda Tanya Ongen di Kasus Munir
Muchdi Prawiro Pranjono dalam Kematian Munir?
Hari Ini, Jokowi Kembali Sambangi Warga Ibukota
Nonton Matah Ati, Jokowi pilih Lesehan
Polisi Kejar Pencopet Smartphone Menteri Amir



Yahoo! OMG