Perang Lawan Geng Motor

Serangan di Irak Tewaskan Tujuh Orang

Baghdad (AFP/ANTARA) - Pemboman dan penembakan menewaskan tujuh orang dan mencederai 17 lain di Irak, Senin, kata beberapa pejabat keamanan dan medis.

Menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas sumber-sumber keamanan dan medis, sepanjang bulan ini serangan-serangan di Irak telah menewaskan 62 orang, 43 dari mereka anggota pasukan keamanan.

Dalam serangan paling mematikan Senin, bom yang dipasang di sebuah mobil meledak, menewaskan tiga orang dan mencederai 13 lain di daerah Al-Haswa, sebelah selatan Baghdad, kata polisi dan satu sumber medis.

Serangan bom pada rumah satu keluarga Kurdi di Khanaqin, sebelah timurlaut Baghdad, menewaskan dua orang dan melukai dua lain, kata seorang letnan kolonel polisi dan satu sumber medis.

Di Baghdad utara, orang-orang bersenjata dengan senapan berperedam suara menembak mati Letnan Kolonel Polisi Ghanem Sabah ketika ia sedang berkendaraan, kata seorang pejabat kementerian dalam negeri.

Satu sumber medis di Rumah Sakit Al-Kindi mengatakan, fasilitas itu telah menerima mayat Ghanem.

Pejabat kementerian dalam negeri itu juga mengatakan, orang-orang bersenjata dengan senapan berperedam suara membunuh seorang pegawai kementerian kelistrikan yang sedang berkendaraan, sementara bom pinggir jalan melukai dua pegawai pemerintah daerah Baghdad di wilayah timur ibu kota Irak tersebut.

Satu sumber medis menyebut jumlah korban cedera dalam serangan bom pinggir jalan itu tiga orang.

Serangan-serangan itu berlangsung setelah pemerintah Irak mengumumkan bahwa 325 orang tewas dalam serangan-serangan di Irak sepanjang Juli, yang menjadikannya sebagai bulan paling mematikan di negara itu dalam waktu hampir dua tahun.

Angka dari pemerintah biasanya lebih rendah daripada yang diberikan oleh sumber-sumber lain, namun jumlah korban pada Juli itu lebih tinggi dibanding dengan data yang dihimpun oleh AFP berdasarkan laporan dari aparat-aparat keamanan dan petugas medis.

Menurut hitungan AFP, sedikitnya 278 orang tewas dan 683 cedera akibat kekerasan di Irak sepanjang Juli, sedikit lebih rendah daripada angka pada Juni.

Senin (23/7) merupakan hari paling mematikan di negara itu dalam waktu dua setengah tahun ini, setelah Al Qaida memperingatkan akan melancarkan serangan-serangan baru dan merebut wilayah.

Sejumlah pejabat mengatakan, sedikitnya 111 orang tewas dan 235 cedera dalam 28 serangan berbeda di 19 kota pada hari itu.

Kekerasan itu menyulut kecaman dari utusan khusus PBB untuk Irak, ketua parlemen negara itu dan Iran, negara tetangga Irak.

Serangan-serangan itu dilakukan sehari setelah gelombang pemboman di Irak yang menewaskan sedikitnya 17 orang dan mencederai hampir 100. Jumlah kematian dalam kekerasan Senin itu merupakan yang tertinggi sejak 8 Desember 2009 ketika 127 orang tewas.

Sepanjang Juni Irak dilanda gelombang serangan yang menewaskan sedikitnya 282 orang, menurut hitungan AFP, sementara data pemerintah menyebutkan jumlah kematian pada bulan itu hanya 131 orang.

Kekerasan di Irak turun dari puncaknya pada 2006 dan 2007, namun serangan-serangan masih terus terjadi. Menurut data pemerintah, 132 orang Irak tewas pada Mei.

Irak dilanda kekerasan yang menewaskan ratusan orang dan kemelut politik sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.