Serangan tomcat atau rove beetle pertama muncul di Surabaya pada bulan Maret 2012. Dari kawasan apartemen Pakuwon City, Surabaya, serangga ini kemudian menyebar di 14 lokasi di 9 kecamatan di kota tersebut. Penyebab menyebarnya serangga tersebut diduga karena berubahnya ekosistem tempat mereka tinggal, kawasan yang dulunya sawah kini berubah menjadi perumahan, sekolah, dan apartemen.
Tomcat keluar pada malam hari. Nama 'tomcat' sebenarnya tidak tepat karena ia merujuk pada nama pestisida. Di beberapa daerah, serangga ini sering disebut semut kanai atau semut kayap. Hewan ini memang tak menggigit, tapi mengeluarkan cairan beracun yang bisa menyebabkan kulit manusia melepuh seperti mengalami luka bakar dan bernanah.
Menurut ahli, serangan pada manusia bukanlah tujuan utama tomcat, namun ia melakukan karena mempertahankan diri.
Tomcat menghasilkan racun bernama paederin. Saat menyerang, serangga akan mengeluarkan toksin ini, persis seperti ular yang mengeluarkan bisa. Bahkan konsentrasi racun tomcat 12 kali lebih dahsyat dari kobra, meski tak beracun. Mereka yang terkena racun tomcat harus segera mencuci bagian tubuh yang terpapar dengan air sabun untuk menetralisir atau salep kalium permanganat.
Masyarakat diimbau untuk kerap menutup pintu dan memberi kasa nyamuk pada jendela untuk mencegah kumbang itu masuk. Pemerintah melakukan cara penanggulangan dengan penyemprotan insektisida. Namun yang perlu digarisbawahi dalam peristiwa serangan tomcat ini adalah sudah terjadi ketakseimbangan ekosistem alam, sehingga habitat serangga terganggu dan berbalik menyerang manusia.
10. Innocence of Muslims
Min, 2 Des 2012Kemunculan sebuah trailer atau cuplikan dari sebuah … Lainnya »10. Innocence of Muslims


