Tokyo (AFP/ANTARA) –Sharp sedang mempertimbangkan untuk mengurangi ribuan tenaga kerja setelah sebelumnya memiliki rencana memecat 5.000 pekerja, dalam rangka memperbaiki neraca keuangan mereka yang hancur.
Saat produsen elektronik Jepang itu memutuskan untuk mengurangi ribuan tenaga kerja lagi, bank-bank utama mereka justru kemungkinan besar akan menawarkan pinjaman sekitar 60 miliar yen (sekitar Rp7,1 triliun) untuk menopang keuangan Sharp, seperti dilaporkan Mainichi Shimbun tanpa mengutip sumber.
Sebuah laporan terpisah dari Yomiuri Shimbun pada Sabtu mengatakan bahwa perusahaan itu sedang mempertimbangkan penjualan lahan di bagian barat Jepang, yang menjadi lokasi pabrik Sakai, senilai 38,1 miliar yen (sekitar Rp4,5 triliun), kepada para investor institusi dalam rangka memperbaiki neraca keuangan.
Sharp juga berencana menjual gedung mereka di Tokyo dengan harga 42,2 miliar yen (sekitar Rp5,04 triliun) kepada mitra bisnis mereka, Hon Hai, ungkap Yomiuri.
Laporan-laporan tersebut muncul setelah saham Sharp anjlok pada Jumat, menyusul sejumlah laporan yang mengatakan bahwa perusahaan itu akan menjual operasi-operasi utama dan membuka investasi baru.
Pada Jumat, harian bisnis Nikkei mengatakan bahwa perusahaan Taiwan, Hon Hai Precision, rencananya akan melipatgandakan saham mereka di Sharp menjadi 20 persen.
Pada Maret, kedua perusahaan itu mengumumkan sebuah kesepakatan yang akan memungkinkan Hon Hai, produsen iPhone dan iPad di China, membeli 10 persen saham Sharp, yang merupakan produsen berbagai produk termasuk televisi Aquos dan mesin fotokopi kantor. (ai/pt)

