Penghargaan buat SBY

Si Moncong Hiu Super Tucano Tiba di Lanud Malang

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil penantian selama lima tahun akhirnya selesai sudah. Empat pesawat Super Tucano tiba di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh, Malang, sebagai home basenya, Minggu (2/9/2012).

Dalam landing perdananya di run way Abd Saleh, Super Tucano disambut secara langsung oleh Panglima Komando Operasi TNI AU II, Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna yang didampingi oleh Kas Koopsau II Marsma TNI A Dwi Putranto, Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Gutomo, para pejabat Koopsau II dan Lanud Abd Saleh beserta insub.

Juga hadir Bupati Malang, Walikota Malang dan Walikota Batu serta pejabat sipil dan militer di wilayah Malang Raya serta warga Lanud Abd Saleh.

Empat pesawat Super Tucano yang datang secara feri dari Jakarta tersebut, saat di atas wilayah Surabaya disambut pula oleh pesawat Herkules A- 1312 dari Skadron Udara 32 yang selanjutnya membentuk formasi terbang sebagai ungkapan selamat datang di Lanud Abd Saleh dengan melakukan 2 kali fly pass sebelum akhirnya landing dengan lancar dan aman.

Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Gutomo, mengataklan, pesawat tempur jenis propeller ini dengan segala kelebihannya, diharapkan dapat menjadi pengganti pesawat OV-10 Bronco yang telah selesai pengabdiannya dalam menjaga dan mengamankan wilayah kedaulatan NKRI.

"Super Tucano semoga dapat melanjutkan tugas-tugas OV-10 Bronco mengamankan wilayah kedaulatan NKRI."

Dari pabriknya di Gaveao Pieixoto San Jose dos Campos, Brazil, pesawat tersebut menempuh 54 jam total penerbangan untuk tiba di Indonesia, antara lain melewati Noronha Island, Brazil, Sal Island Cape Verde, Gran Canaria Island, Spanyol, Nador, Maroko, Palermo, Italia, Athena, Yunani, Luxor, Mesir, Doha, Qatar, Muscat, Oman, Ahmedabad, India, Kalkuta, India, Rayong, Thailand, Medan, dan Jakarta.

Pesawat bermesin 1.600 tenaga kuda dan mampu membawa senjata seberat 1.550 kilogram.

Kecepatan maksimalnya bisa mencapai 560 kilometer per jam dan dilengkapi dua senapan mesin. Pada sayap, pesawat mampu membawa bom, peluncur roket, rudal guding bom, rudal air to air, side winder, serta memilki alat jejak malam.

Moncong pesawat tersebut, menurut Wakasau sengaja didesain bermoncong hiu, untuk menghormati pendahulunya di Lanud Abdurahman Saleh, yakni pesawat perang dunia ke II, Mustang P51.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat