TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Pusat membantah tidak transparan dan akuntable dalam mempersiapkan tahapan pemilu 2014. Anggota Komisioner Arief Budiman mengatakan KPU selalu terbuka dan transparan dalam setiap proses. »Seluruh proses dapat terlihat dan diawasi publik,” kata Arief ketika dihubungi Ahad, 2 Desember 2012.
Arief menjelaskan keterbukaan itu tampak pada proses rekapitulasi verifikasi partai politik dari pusat sampai kota atau kabupaten. Soal protes 18 partai yang sempat dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi, Arief menuturkan, KPU sudah membuat berita acara dan memaparkan apa saja kekurangan partai itu dalam proses verifikasi secara detail.
Komisioner KPU lain, Ida Budhiati mempertanyakan alasan sejumlah pihak menuding KPU tidak transparan.»Parameter apa yang digunakan sehingga didapat kesimpulan KPU tidak transparan?” kata Ida. KPU, kata Ida, selalu berusaha bekerja sebaik mungkin.
Ferry Rizky, komisioner KPU lain, ikut membantah jika lembaganya dituding tidak transparan. Dia menegaskan bahwa KPU sudah bekerja sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan. »Kami akan terus mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam pemilu,” kata Ferry.
Tudingan bahwa KPU tidak transparan datang dari Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi dan Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia. Kedua lembaga itu meminta KPU untuk memperbaiki kinerja dengan lebih transparan dan akuntabel dalam persiapan tahapan pemilu.
SUNDARI
Warga Fatmawati Siap Ditembak Karena Menolak MRT
Pemain Timnas Piala AFF Jalan Tertunduk Menuju Bus
Jokowi Disarankan Bikin KTP Sementara
Budayawan Nilai Cium Tangan Sutan Berbau Politis
ITB Siap Kembalikan Uang Rp 10 Miliar ke Mahasiswa



Yahoo! OMG