Siemens Beli Bisnis Kereta Api Otomatis Invensys

  • Indonesia Siap Ambil Alih Teknologi-Manajemen Inalum

    Antara

    Kuala Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia siap mengambil alih teknologi dan manajemen semua kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari Jepang yang selama 30 tahun sebagai pemegang saham terbesar dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada 30 Oktober 2013. "Kita tidak bergantung dengan Jepang dan siap melanjutkan pembangunan PT Inalum melalui Badan Usaha Milik Negara mulai 1 Nopember 2013," tegas Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. Nasril Kamaruddin, MBA di

  • Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Tempo
    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengaku telah menjalin kesepakatan kontrak eksplorasi gas di Blok East Natuna bersama PTT Exploration and Production. Kesepakatan tersebut terutama mengenai alokasi pembagian produksi gas.

  • Jadikan Longsor di Freeport Sebagai Pelajaran

    Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengungkapkan bahwa kejadian longsor di pertambangan Freeport bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan cek ulang kondisi seluruh tambang di indonesia. "Teknologi Freeport itu paling baik untuk melakukan tambang bawah tanah, tapi tetap saja bisa longsor. Apalagi dengan tambang lainnya?" ungkap Jero saat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 17 Mei 2013.

Frankfurt (AFP/ANTARA) - Perusahaan raksasa Jerman, Siemens, pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya mencapai sebuah kesepakatan untuk membeli Invensys Rail dari perusahaan teknologi Inggris, Invensys, senilai 2,2 miliar euro (sekitar Rp27,2 triliun).


Siemens juga mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk melepaskan penanganan bagasi, kegiatan sortir pos dan parsel.


“Langkah kami saat ini merupakan langkah penting untuk memfokuskan pada kegiatan utama kami,” ujar Roland Busch, CEO Siemens Infrastructure & Cities, dalam sebuah pernyataan tertulis.


“Kami sangat tertarik dengan bisnis non-inti dengan potensi sinergi yang terbatas sementara memperkuat sebuah resiliensi dan bisnis yang kembali tinggi dengan mengombinasikan dua perusahaan disertai budaya yang sama dan potensi sinergi yang menarik,” tambahnya.


Invensys Rail, yang memiliki pendapatan sekitar 800 juta poundsterling (sekitar Rp12,2 triliun), merupakan sebuah perusahaan kontrol dan sinyal kereta (untuk membuat gerakan, suara, flash, dll yang memberikan informasi atau memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan) berdasarkan perangkat lunaknya, dan akan memperluas keberadaan Siemens di pasar kereta api otomatis global yang berkembang, tambahnya.


Kesepakatan tersebut tergantung persetujuan dari para pemegang saham dan regulasi Invensys, ujar Siemens.


Siemens mengatakan bahwa pada awal bulan ini mereka berencana untuk memperkuat bisnis utamanya dari empat cabang kegiatan, meliputi energi, kesehatan, industri dan infrastruktur.


Sebelumnya pada Rabu, Siemens mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan 80,5 persen dari unit produksi lampu Osram dengan tujuan untuk memroses daftar pasar saham yang direncanakan sejak lama dari anak perusahaanya kemudian.(dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat