Kenaikan BBM

Siemens Dituduh Jual Perangkat Nuklir ke Iran

Teheran (AFP/ANTARA) – Seorang anggota parlemen terkemuka, Aladin Borujerdi, menuduh perusahaan asal Jerman, Siemens, menjual perangkat ke Iran untuk aktivitas nuklirnya yang dicampur dengan sedikit bahan peledak, yang telah dihapus, lapor media Iran pada Minggu.


Borujerdi, yang menjabat dalam komisi keamanan nasional parlemen dan kebijakan luar negeri, membuat tuduhan dalam sebuah wawancara dengan situs berita parlemen ICANA (www.icana.ir/NewsPage.aspx?NewsID=206727).


“Aparat Keamanan Intelijen berhasil menemukan bahan peledak dalam perangkat yang diberikan kepada kami untuk aktivitas nuklir kami. Bahan peledak akan meledak ketika diaktivasi untuk mengacaukan seluruh sistem. Para ahli domestik menghapus plot musuh,” kutip pernyataannya oleh ICANA.


“Perusahaan Siemens, yang memberikan perangkat ini, harus bertanggungjawab atas tindakannya,” ujarnya.


Pers TV Iran menyiarkan cerita tersebut pada situsnya, namun tidak ada media lainnya yang melaporkan klaim tersebut.


Tidak ada tanggapan dari Siemens atas pernyataan berisi tuduhan yang dikeluarkan oleh Borujerdi pada Minggu.


Iran sering dituduh melakukan sabotase oleh badan intelijen negara-negara Barat atau Israel, namun memberikan sedikit bukti.


Republik Islam tersebut, bagaimanapun, mengalami pembunuhan empat ilmuwan nuklirnya dalam dua tahun lalu, pihak Iran menyalahkan Israel, AS dan Inggris atas penyerangan tersebut. (dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.