Penghargaan buat SBY

Sikat Gigi dan Celana Dalam Bekas Pakai untuk Lacak DNA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga siang ini, Jumat (11/05/2012), tercatat sudah 36 penumpang pesawat, yang sudah dilaporkan keluarganya ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Dokes Mabes Polri, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dokter Tami Sudharsono, staf ahli DNA, Pusdokes Polri, kepada wartawan mengatakan dari 36 penumpang yang sudah dilaporkan, 34 diantaranya adalah warga negara Indonesia, dan dua sisanya adalah warga negara asing.

Menurutnya kemarin, Kamis (10/05), Kedutaan Besar Amerika sudah melaporkan dan menyerahkan barang-barang pribadi Peter Adler, warga negara Amerika yang tercatat berasal dari perusahaan bernama Sriwijaya.

Terakhir hari ini, seorang warga negara Prancis, bernama Jerome Mitchel, yang merupakan Managing dirctor perusahaan bernama Snecma, melaprkan dan menyerahkan barang-barang pribadi penumpang bernama Nam Tran juga dari perusahaan Snecma.

Barang-barang pribadi yang diserahkan berupa sisir, alat shaving atau pencukur jenggot, serta celana dalam bekas pakai, yang belum sempat dicuci. Jerome mendapatkan celana dalam itu dari kamar hotel Nam Tran.

"Dari barang-barang itu, kita harapkan ada sampel DNA, sehingga memudahkan identifikasi korban," katanya.

Dari alat cukur, petugas berharap menemukan sisa potongan kulit, yang kemudian bisa diproses untuk melacak DNA sang pemilik. Dari sisir, diharapkan ditemukan rambut utuh, yang masih terdapat akarnya. Sementara dari sikat gigi, saliva atau liur yang tersisa juga bisa digunakan untuk melacak hal yang sama.

Khusus untuk celana dalam, petugas berharap ada potongan kulit luar, yang terkadang suka menempel di sekitar karet celana dalam. Dari potongna kulit itu, DNA bisa dilacak.

Anak kandung, atau orangtua kandung dari korban juga bisa berperan dalam pelacakan DNA itu. Antara lain dengan memberikan sampel liur, untuk kemudian diproses oleh tim DVI. Dari 34 warga negara Indonesia yang dilaporkan, seluruhnya sudah memiliki sampel DNA kerabat.(*)

Berita Terkait: Pesawat Sukhoi Jatuh
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat