TEMPO.CO, Jakarta - Pebulutangkis andalan Indonesia, Simon Santoso, melaju ke semifinal Indonesia Open 2012. Pada laga semifinal yang akan berlangsung Sabtu, 16 Juni 2012, pebulutangkis yang bertengger di peringkat sembilan dunia ini akan berhadapan dengan Kashyap Parupalli dari India.
»Kashyap itu tipe pemain yang mengendalikan pertandingan terus nyolong angka,” kata Simon usai pertandingan. Ia sudah tiga kali bertemu dengan pebulutangkis asal India peringkat 26 dunia itu. Dari semua pertemuan itu, Simon selalu menang.
Simon memastikan tiket ke semifinal setelah menyingkirkan juniornya, Dionysius Hayom Rumbaka, 21-17, 21-7 di Istora Bung Karno, Senayan, Jumat, 15 Juni 2012. Di lain pihak, Kashyap menumbangkan Hans-Kristian Vittinghus 21-15, 21-14 dari Denmark.
Menghadapi Hayom, Simon bermain mengandalkan kecepatan. "Dari awal saya berusaha tidak ketinggalan. Hayom itu serangannya bagus, smash-nya juga bagus. Saya berusaha mengimbangi dengan kecepatan supaya bisa menahannya," kata pebulutangkis berusia 26 tahun ini usai pertandingan.
Hayom, peringkat 21 dunia ini, sempat memberikan perlawanan di game pertama. Namun, Simon berhasil meredam permainan Hayom dengan memberikan tekanan terus-terusan. Setelah memenangkan game pertama, Simon mengaku tak lagi menemukan kesulitan.
"Di akhir game pertama, saya jadi menyerang supaya bisa menambah angka," ujar pemain yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade London 2012, 27 Juli-12 Agustus 2012 ini.
Hayom, 23 tahun, mengakui Simon lebih unggul dibandingkan dirinya. Selain itu, Simon juga mengubah gaya permainanya sehingga pemain asal Kulon Progo ini tak mampu mengimbangi. "Dia berani menahan permainan saya yang biasanya menyerang. Mau mengembalikan keadaan sudah sulit," ujar Hayom yang puas dengan hasil yang dicapai sampai perempat final. "Tapi dari segi permainan saya belum puas," ujarnya.
ANANDA W. TERESIA


