Kenaikan BBM

Sipir Tewas Dalam Serangan Orang Bersenjata di Pakistan

Quettta, Pakistan (AFP/ANTARA) - Orang-orang bersenjata yang naik sepeda-motor menembak mati seorang sipir senior di kota Quetta, Pakistan baratdaya, kata polisi, Minggu.

Imtiaz Ahmad, kepala penjara daerah, diserang tembakan Sabtu larut malam oleh dua orang bersenjata yang naik sepeda-motor di dekat kantornya, kata polisi.

"Dua orang bersenjata yang naik sepeda-motor melepaskan tembakan ke arah Imtiaz Ahmad dan melarikan diri. Ia cedera kritis dan tewas tak lama kemudian," kata Qazi Abdul Wahid, seorang polisi senior di Quetta, kepada AFP.

Kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi (LJ) yang terkait dengan Al Qaida mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dengan mengatakan kepada media lokal, "Kepala penjara yang dibunuh itu adalah orang yang kejam dan biasanya menyiksa para pemimpin kami dan pekerja yang dipenjara."


Polisi dan aparat keamanan sering menjadi sasaran serangan di provinsi yang dilanda kekerasan, Baluchistan, yang beribu kota Quetta.

Sebelumnya bulan ini, polisi senior Shah Nawaz Khan dibunuh di Quetta dalam penembakan dari kendaraan melaju yang diklaim oleh LJ.

Kelompok militan itu mengobarkan serangan-serangan terhadap minoritas Syiah, dan beberapa aparat kepolisian di kota itu menyatakan mereka diancam oleh kelompok tersebut.

Separatis Baluchistan mengobarkan kekerasan sejak 2004 untuk menuntut otonomi politik dan pembagian lebih besar dari kekayaan minyak, gas dan mineral di wilayah yang penduduknya dilanda kemiskinan itu.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan sekitar 5.000 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.