TEMPO.CO, Ende - Situs Bung Karno di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk sementara ditutup bagi wisatawan asing maupun lokal karena sedang dalam pemugaran.
Pantauan Tempo di kediaman Bung Karno di Kota Ende, Jumat, 20 Juli 2012, situs itu tertutup dengan seng yang dipagari mengelilingi rumah tersebut. Seluruh barang mantan Presiden RI pertama itu pun juga dipindahkan ke lokasi lain.
Di depan pintu masuk terpampang sebuah papan yang bertuliskan "Bangunan dan situs cagar budaya rumah pengasingan Bung Karno karena sedang dilakukan proses pekerjaan pemugaran".
Sejumlah wisatawan asing dan lokal yang hendak mengunjungi situs tersebut harus pulang dengan kecewa. Walaupun sudah kosong, pengunjung tetap dilarang masuk ke areal tersebut.
Udin, penjaga situs Bung Karno, melarang pengunjung yang datang ke lokasi itu untuk memasuki areal yang sedang dalam pemugaran itu. "Maaf, tapi areal situs ini untuk sementara tertutup untuk wisatawan," katanya.
Dia mengatakan, tidak ada lagi barang bekas Bung Karno yang ada dalam situs ini karena seluruhnya telah dipindahkan ke lokasi lain. "Di dalam tidak ada barang, hanya pekerja yang sedang bekerja," katanya.
Rustam Fachri, wisawatan lokal yang mengunjungi situs tersebut, mencoba mencari jalan lain agar bisa masuk ke rumah tempat Bung Karno diasingkan. Ia kecewa karena seluruh areal tertutup dengan pagar seng. "Mau bilang apa lagi. Padahal, ini merupakan kesempatan langka untuk bisa datang lagi ke situs Bung Karno," katanya.
Situs Bung Karno di Kabupaten Ende, Pulau Flores, ini mulai dipugar pada 23 Juni 2012 dan diperkirakan akan selesai tiga bulan mendatang. Pemugaran itu akan dilakukan secara total, tapi tidak mengubah bangunan lama.
YOHANES SEO
Berita terpopuler lainnya:
Angelina Sondakh Menikah di Rutan KPK?
Anak Surabaya Ini Dikontrak Klub Liga Spanyol
Kenapa Pemerintah Putuskan 1 Ramadan Sabtu?
Ini Model Prancis Yang Temani Balotelli
Robot ''Teman Tidur'' Mulai Dipasarkan di Cina
Ruang Kerja Andi Mallarangeng Digeledah KPK
Tim Jokowi-Ahok Laporkan Dugaan Kampanye Hitam


