Kenaikan BBM

SMC: Presiden Perlu Tarik Dubes dari Malaysia

Jakarta (ANTARA) - Ketua Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan mengusulkan Presiden perlu menarik Dubes RI dari Malaysia dan memulangkan Dubes Malaysia dari Indonesia sebagai protes atas kematian tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditembak polisi Malaysia.


"Malaysia terkesan menutupi kasus itu di samping sangat terlambat melaporkan peristiwanya ke KBRI," kata Syahganda di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan penembakan secara biadab yang dilakukan polisi Malaysia atas tiga TKI asal NTB, Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Noor (28) di kawasan Pelabuhan Dickson, Negeri Sembilan, terjadi pada 24 Maret 2012 dini hari dan pemberitahuannya baru pada 2 April 2012.

"Jelas tidak bisa ditoleransi sama sekali," katanya.

Selain menarik Dubes RI dan mengusir Dubes Malaysia, kata Syahganda, pemerintah juga harus terus mengusut peristiwa tersebut sampai tuntas serta membawanya ke Mahkamah Internasional, demi menjaga kehormatan bangsa dan membela warga negaranya atas penistaan Malaysia.

Ia menambahkan, jika pemerintah RI tidak bersikap keras, Malaysia akan semakin menganggap remeh Indonesia sebagaimana berbagai kasus penistaan lainnya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, polisi Malaysia telah melakukan kejahatan kemanusiaan karena melakukan penembakan membabi-buta pada warga negara lain.

"Di negara mana pun prosedur penanganan atau untuk menembak seseorang itu ada tahap-tahapnya bukan langsung dibunuh," katanya.

Syahganda mengungkapkan pemerintah RI memang harus mempertimbangkan kembali hubungan kedua negara karena Malaysia sering menodai kehormatan warga negara ataupun kedaulatan wilayah Indonesia.

"Indonesia negara besar, tidak boleh takut sedikit pun kepada Malaysia jika tak ingin ada TKI dibunuh lagi, termasuk mendapat pelecehan terus-menerus," ujarnya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat