Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Soal Diana Maringka, Komisi Pengawas Demokrat masih Kumpulkan Data

    BERITASATU.COM - Komisi Pengawas Partai Demokrat masih mengumpulkan data dari sejumlah pihak.

    Komisi Pengawas Partai Demokrat memeriksa pengurus Partai Demokrat Sulawesi Utara Diana Maringka yang mengklaim dirinya menerima uang dari Tim Pemenangan Anas Urbaningrum di Kongres Bandung Mei 2010.

    Ketua Komisi Pengawas TB Silalahi, menyatakan pihaknya baru dalam tahap mengumpulkan data dan masih membutuhkan waktu untuk memverifikasi semua informasi.

    "Kami tidak mau buru-buru atau gegabah untuk mengambil kesimpulan. Tapi iktikad mereka harus kita hargai dan merekapun senang ada lembaga untuk menampung pengaduan mereka," kata Silalahi di Jakarta, hari ini.

    Pada kesempatan itu, Silalahi juga mengakui Diana bukanlah pihak yang pertama mengadukan hal sejenis kepada Komisi Pengawas Demokrat. Beberapa pihak tersebut adalah dari kader Demokrat di daerah juga.

    Silalahi mengakui pihaknya hanya menyesalkan pernyataan Diana Maringka serta sejumlah kader partai lain yang sibuk memunculkan hal itu di media massa.

    "Cuma yang ini memunculkannya di media sehingga kami pun harus menjawab media. Padahal semua itu adalah masalah intern partai," tukas Silalahi.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    49 komentar

    • ismi  •  2 bulan yang lalu
      klo semua DPC disetiap daerah mulai berbicara....apakah politisi PD masih mau nutup2in kebohongan????? klo masih terus membela diri berarti dah gak ada malu..
    • Deri  •  2 bulan yang lalu
      P Demokrat kumpulan orang MUNAFIK,....
      • Tamjid 2 bulan yang lalu
        setuju bos, cuihh najis
    • Jagal Alu Goro  •  3 bulan yang lalu
      ini yg dipikr kok partai aja...urusan negara dan rakyat kpn dipikirkan?
    • Bukgedebug Aris  •  2 bulan yang lalu
      kalo udah kumpul semua terus langsung dikarungin ja pak.....buang ke laut.....hahahahaha
    • M. Triswedi  •  2 bulan yang lalu
      Kelemahan manusia sering kali menyesali segala sesuatu yang sudah terjadi, lantas untuk apa? justru yang terpenting adalah bagaimana didalam menyelesaikan masalah. Adapun sudah sampai terjadi mencuat di mass media, itu kan sudah terjadi. Kemungkinan karena adanya kemampatan komunikasi. Daripada banyak mengeluarkan energi lebih baik selesaikan dengan hati yang bening, kenapa masalah itu sampai terjadi. Mungkinkah akan ada asap tanpa adanya api?
    • SULE  •  2 bulan yang lalu
      BOSAN GUE .
    • FranG  •  2 bulan yang lalu
      Ketua Komisi Pengawas PARTAI DEMOKRAT TB Silalahi APAKAH ANDA SUDAH PUNYA SK DARI PAK SBY ? JANGAN2 NTAR BILANG Komisi Pengawas TB Silalahi ITU PALSU GA ADA SKNYA ANEH DEH DEMOKRAT AYO KAPAN DIBUBARKAN PD
    • FranG  •  2 bulan yang lalu
      Itu lihat sekarang justru dari manado yg mangaku jd ANGELINA SONDAK SDH TDK USAH JADI PENIPU TERUS ATAU MEMANG JANGAN2 DIA TURUNAN PENIPU JD DIA ANGGAP BIASA SAJA. HANCUR DEMOKRAT
    • Asep  •  2 bulan yang lalu
      Kalo gak gitu....ntar dibungkam dong....hik hik hiiik....! ngomong kayak sama wong deso !
    • Wong Lanang  •  2 bulan yang lalu
      Pengurus Demokrat payah Ngurus anggota nya saja tidak becus gimana mau ngurus negara
    • johan  •  2 bulan yang lalu
      kapan indonseia bisa bebas dari korupsi????
    • Dwi  •  2 bulan yang lalu
      kalau emang urusan interen selesaikan dulu kedalam,maka ya sekarang makin jelas terkuak tentang perpecahan pdp dan pdd.
    • gulpot  •  2 bulan yang lalu
      Ntar kalau komisi Pengawas Demokrat bikin ruwet, ribut dan skandal di media. Kita AKAN DENGAR LAGI BANTAHAN PENUH KEBOHONGAN ALA ANGIE: KOMISI PENGAWAS ITU TIDAK ADA! (PADAHAL DULU TPF DEMOKRAT RAME BANGET DI MEDIA KAYAK GINI JUGA...NAH KALAU ADA MASALAH DAN KADER2 PANIK, MEREKA AKAN RAME2 MEMBANTAH KEBERADAAN LEMBAGA YANG MEREKA BUAT SENDIRI! MENYEDIHKAN!)
    • JINGKLONG  •  3 bulan yang lalu
      BETUL BOOS, NGAPIN BARANG CURIAN DIKASIH TAHU AMA ORANG BANYAK, KAYA ANAS ANDI DLL, KALAU DIKASIH AMPAO JANGAN NGOMONG SAMA MEDIA, BILANG AJA SAMA TIM PENGAWAS APALAGI KALAU DUITNYA DI BAGI SAMA TIM PENGAWAS, TIDAK MUNCUL DI MEDIA..... SEPANDAI-PANDAINYA MENYIMPAN BANGKAI AKAN TERCIUM JUGA.( INGAT BUNG TB SILALAHI)
    • pengguna yahoo  •  2 bulan yang lalu
      komisi pengawas ada SK nya gak tuh.. tar ngeles lagi kayak TPF wakakakakak
      sibuk ngumpetin bangke yg baunya udh kemana mana...
    • Deri  •  2 bulan yang lalu
      SBY sebaiknya kamu turun dehhh Muakkk kami dengan ulahmu... gak TEGAS, gak ada WIBAWA ... gak berani menindak kader yg salah, udah jadi Tersangka tetap PD aja keluar masuk DPR,...dasar PD
      • Erna 2 bulan yang lalu
        SETUJU 1000 % BRO...GANTI REZIM
    • H. M. Muchtasor  •  2 bulan yang lalu
      sudah Pak SILALAHI .....tidak usah di tanggapi serius , anggap aja dIANA dkk itu ingin POPULER ( Orang stess ) .....masak keburukan rumah tangga dan uang sudah di nekmatiiiii ber bulan bulan e.........bicara sok suciiiiiiiiiiii.......dan orang yang punya sifat seperti ini ,pasti sukanya merusak ......coba lihat aouto biografinya .......pasti tidak bagus kalau perlu seluruh orang orang yang ingin merusak demokrat segera di ganti .........tidak usah nunggu sampai pemilu , LEBIH CEPAT LEBIH BAIK ........Salam
      • ITILKEBO 2 bulan yang lalu
        HAHAHA....INI SALAH SATU JONGOSNYA DEMOKRAT YG PERNAH KECIPRATAN DUIT HASIL MALING
    • Mansen sipayung  •  2 bulan yang lalu
      intern partai kata pak TB Silalahi,tapi yang dipergunakan uangnya adalah uang korupsi yang merugikan Negara bapak,jangan pernah meniru gaya orde baru lagi siapa yang jujur dan berkata benar atau apa adanya malah di buang,itu bukanlah cerminan demokrasi dan pemerintahan yang baik.sebaiknya bapak tidak usah lagi berpolitik agar ada yang baik di ingat warga indonesia ini dari sosok TB Silalahi.Gbu
    • Rudy Mambraku  •  2 bulan yang lalu
      pa,TB ini negara demokrasai sehingga perlu utk di publikasikan kebusukan teman teman partai anda harus transparan kepada seluruh rakyat indonesia.ini bukan negara nenek moyang loh jangan terlalu berbelit belit kan sudah ada saksi beberapa org di partai demokrat,yg dlm ini sudah menyampaikan nya di publik dan siap menjadi saksi nanti nya
    • Ahmad Kusyaeri  •  2 bulan yang lalu
      Skenario Cantik dari tim penyelamat Demokrat agar kasus mengarah ke individu Anas, maka diarahkanlah kader2 daerah untuk memberi pengakuan menerima uang dari timses Anas, sebenarnya itu memang biaya akomodasi dari penyelenggara kongres, hanya dananya itu dari mesin uang yang di piloti Anas & Nazar cs.mudah2an aja skenario itu bisa menyelamatkan Demokrat, meski ngorbankan kader2 sendiri. weleh weleh weleh.