Liputan6.com, Jakarta: Dukungan membangun gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengalir setelah Dewan Perwakilan Rakyat menolak pencairan anggaran pembangunannya. Tak hanya para tokoh nasional, Senin (25/6), Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia menyerahkan uang saweran sebesar Rp 1 juta sebagai tanda jadi dukungan untuk pembangunan gedung baru tersebut.
Rencananya pada 1 Juli mendatang, menurut Sekretaris Jenderal Pedagang Kaki Lima Indonesia Junaedi Sitorus, mereka akan mengumpulkan uang saweran selama tiga hari dari 54 juta pedagang kaki lima se-Indoneia. Nilainya bisa mencapai sekitar Rp 162 miliar.
Namun, uluran sumbangan para pedagang kaki lima itu ditolak. Sebab, menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, pihaknya masih menunggu pencairan anggaran pembangunan KPK di DPR.
Sementara, sejumlah anggota Komisi Hukum DPR menegaskan, belum cairnya anggaran pembangunan gedung baru KPK karena sejumlah fraksi di DPR belum sepakat dan mempertanyakan kinerja lembaga pembasmi koruptor tersebut.
Gedung KPK di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, saat ini telah berusia 31 tahun. Dari data teknis, gedung ini hanya dapat menampung 350 orang. Sementara fakta di lapangan, berdasarkan pengakuan pimpinan KPK, ada 700 lebih orang yang berkantor di Gedung KPK.
Untuk membangun gedung barunya, KPK telah mengajukan anggaran ke Komisi Hukum DPR sebesar Rp 225 miliar. Namun sampai sekarang belum juga cair.(ANS)

